Mengarungi Kereta Bandara Soekarno-Hatta

Angga Bratadharma    •    Jumat, 05 Jan 2018 11:41 WIB
analisa ekonomi
Mengarungi Kereta Bandara Soekarno-Hatta
Penumpang yang menggunakan Kereta Bandara Soekarno-Hatta tiba di Stasiun Sudirman Baru (BNI City) Jakarta (MI/RAMDANI)

Jakarta: Kereta Api (KA) Bandara Soekarno-Hatta sudah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu yang lalu. Pembangunan kereta bandara ini patut diapresiasi karena merupakan karya anak bangsa atau merupakan sinergi di antara perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Adapun pembangunan kereta bandara ini membutuhkan nilai investasi sebesar Rp3,6 triliun sampai Rp3,7 triliun. Dana sebesar itu berasal dari tiga perusahaan yakni PT Railink, PT Kereta Api Indonesia (Persero), dan PT Angkasa Pura II (Persero). Sedangkan pembangunannya merupakan sinergi dari sejumlah perusahaan BUMN dan anak usaha perusahaan BUMN.

"Total seluruhnya kalau di rekap itu Rp3,6 triliun sampai Rp3,7 triliun termasuk pembebasan lahan. Pembebasan lahan itu Rp1,5 triliun dan sisanya untuk pembangunan prasarana dan membeli kereta. Dana sebesar Rp3,7 triliun itu kebetulan KAI sebagian besar dibantu sindikasi dari bank-bank BUMN dan ada juga bank swasta," kata Direktur Utama KAI Edi Sukmoro.

Jika ditelusuri, pembangunan kereta bandara ini harus diapresiasi lantaran hampir keseluruhan dibangun oleh anak bangsa. Hal tersebut sejalan dengan arahan Menteri BUMN Rini Soemarno yang menginginkan ada sinergi BUMN dalam pembangunan kereta bandara. Menteri BUMN menilai perusahaan BUMN memiliki kemampuan.

PT Waskita Karya (Persero) Tbk, misalnya, berkontribusi terhadap pembangunan jalur. Sedangkan PT Len Railway Systems mengerjakan persinyalannya meliputi Stasiun Batu Ceper hingga Stasiun Bandara Soekarno Hatta. Sedangkan PT Industri Kereta Api (INKA) mendapat tanggung jawab membuat kereta bandara.



Sementara PT KA Properti Manajemen (KAPM) mendukung pengadaan dan pemasangan jaringan Listrik Aliran Atas (LAA) jalur KA Bandara Soekarno-Hatta. Kemudian PT Indonesia Comnet Plus atau Icon+, yang merupakan anak usaha PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), mengerjakan sistem ticketing kereta bandara.

"Jadi betul-betul sinergi anak bangsa kita dan ini suatu percontohan. Ini produk bangsa sebagai wujud sinergi BUMN karena Bu Menteri BUMN selalu mengedepankan sinergi BUMN karena ini penting guna kemajuan bangsa. Jadi, hampir sepenuhnya kereta bandara ini dibangun BUMN, oleh anak negeri," tegasnya.

Adapun satu rangkaian kereta akan mampu menampung 270 penumpang. Di awal operasional yakni 42 perjalanan maka kapasitas maksimum bisa mengangkut sebanyak 11 ribu personal pulang pergi dari Soekarno-Hatta ke Stasiun BNI City. Secara perlahan, KAI berupaya meningkatkan jadwal keberangkatan dari 42 perjalanan menjadi 80 perjalanan.

"Jadi 40 ke sana (ke Soekarno-Hatta) dan 40 ke sini (ke Stasiun BNI City). Dengan cara itu kereta bandara bisa membantu kerapatan manakala seseorang sedang sibuk menuju atau meninggalkan bandara di akhir minggu atau liburan menggunakan kereta bandara. Apalagi, kereta bandara ini di tengah kota," tuturnya.

Kereta Bandara Soekarno-Hatta dilengkapi sejumlah fasilitas dalam rangka memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat. Di setiap kursi dilengkapi dengan charging port USB untuk mengisi daya ponsel atau laptop. Di sepanjang kereta pun disediakan bagasi barang yang terdapat di atas kursi.

Bahkan, setiap gerbong tersedia empat monitor yang menampilkan jadwal dan iklan kereta bandara. Selain itu, di setiap gerbong juga terdapat dua kamar kecil yang terletak di ujung gerbong. Interior kereta api bandara didesain dengan sangat baik seperti layaknya fasilitas pesawat untuk memberikan kenyamanan bagi penumpang.



Perbankan juga turut memperindah atau mendukung fasilitas bagi pengguna kereta bandara dari Stasiun BNI City. BNI, misalnya, membuka satu outlet khusus di dalam Stasiun BNI City di kawasan Dukuh Atas, Jakarta. Sebanyak dua mesin ATM juga melengkapi outlet tersebut, plus satu mesin ATM Bersama di lokasi yang berbeda dan satu mesin ATM di Stasiun Soetta.

Selain itu, Generali Indonesia turut memperindah eksterior dan interior kereta melalui kerja sama ruang media promosi. Kereta akan dipercantik dengan berbagai informasi singkat tentang Generali Indonesia agar para penumpang dapat dengan mudah mengakses banyak hal tentang Generali Indonesia.

Sedangkan PT Railink akan memasang total delapan unit vending machine bersistem Airport Railways Ticketing System (ARTS) di dua stasiun Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta. Pada tahap awal, Railink akan memasang empat unit mesin vending machine bersistem ARTS di Stasiun BNI City dan empat unit di Stasiun Bandara Soekarno-Hatta.

Namun kedepannya Railink siap menambah mesin tersebut sesuai dengan kebutuhan. Setidaknya Railink mengembangkan ARTS kurang lebih selama satu tahun. Dalam pengembangannya, perusahaan telah menginvestasikan dana mencapai sebesar Rp30 miliar.

ARTS akan menjadi sistem ticketing transportasi publik di masa yang akan datang. Ini dikarenakan banyak keunggulan yang dihadirkan di ARTS mulai dari pembayaran yang bisa dilakukan secara nontunai (cashless), tanpa kartu (cardless), dan tanpa operator (manless).

Cashless berarti tidak ada lagi pembayaran tunai yang dilakukan pada semua channel penjualan tiket KA bandara yang disediakan oleh ARTS. Cardless berarti ARTS tidak mengeluarkan kartu khusus sebagai alat transaksi.



Sedangkan manless berarti ARTS tidak lagi menyediakan ticket counter yang dilayani oleh operator. Calon penumpang dapat melakukan pembelian tiket melalui vending machine, internet booking dan mobile aplikasi.
 
Meski demikian, harga tiket kereta bandara masih menuai protes dari masyarakat manakala wacana kenaikan harga tiket beredar yakni akan mencapai Rp100 ribu. Sebelumnya, harga tiket kereta bandara pada tahap awal ditetapkan tarif promosi yakni Rp30 ribu. Usai promo tersebut selesai maka harga tiket pada 2 Januari 2018 dibanderol Rp70 ribu.

Sedangkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menggulirkan wacana untuk harga tiket Kereta Bandara Soekarno-Hatta pada Maret 2017 dijual seharga Rp100 ribu per penumpang. Pada dua bulan pertama di 2018 harga tiket KA Bandara yang berlaku sebesar Rp70 ribu per penumpang, sementara pada Maret 2018 akan berubah.

"Untuk dua bulan pertama berlaku tarif promo KA Bandara Soekarno-Hatta sebesar Rp70.000. Selanjutnya berlaku tarif normal KA Bandara Soekarno-Hatta yang ditetapkan operator sebesar Rp100 ribu," bunyi keterangan tertulis Kementerian Perhubungan, seperti dikutip dari Medcom.id.

Meski demikian, saat dikonfirmasi kepada operator KA Bandara Soekarno-Hatta yakni Direktur Utama Railink Heru Kuswanto, ia mengaku untuk harga KA Bandara Soekarno-Hatta ini akan terus dievaluasi. "Kami akan evaluasi dulu. Ini masih tarif tunggal," kata Heru.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menghimbau agar tarif KA Bandara Soekarno-Hatta dapat dijangkau oleh masyarakat sehingga memperbesar kesempatan masyarakat untuk memanfaatkan moda transportasi ini.

"Yang pertama kali Batu Ceper dulu, nanti kita carikan sponsor karena ini entitas bisnis dan kita tidak bisa paksa mereka dengan pendapatan yang rendah. Harus ada apakah sponsor atau apakah subsi‎di dari pemerintah karena mereka juga harus punya kepastian," kata Budi.

Dalam sebuah kesempatan, Direktur Utama KAI Edi Sukmoro menyebut, secara prinsip kereta bandara dibangun dengan harapan masyarakat mempunyai pilihan karena waktu tempuh kereta lebih cepat dan lebih pasti. Pihaknya mengupayakan agar harga tiket bisa dijual semenarik atau seringan mungkin agar lebih terjangkau kepada masyarakat.

"Juga seekonomis mungkin karena tujuan utama membantu masyarakat untuk menuju dan meninggalkan bandara. Ada evaluasi total karena angka terakhir biaya yang dibutuhkan baru keluar. Misalnya ada iklan atau masukan dari parkiran bisa menambah pemasukan yang nantinya bisa menekan harga tiket. Saya berharap tiket bisa terjangkau masyarakat," pungkasnya.

Adapun KA Bandara Soekarno-Hatta melalui rute sejauh 37,6 Km yang ditempuh dalam waktu 55 menit. Jalur KA Bandara Soekarno-Hatta sepanjang 25,3 km merupakan jalur KA eksisting dari Stasiun Manggarai sampai Stasiun Batu Ceper, sedangkan 12,3 km jalur KA dari Stasiun Batu Ceper ke Stasiun Bandara Soekarno-Hatta merupakan jalur KA baru.

Guna mendukung pengoperasian KA Bandara Soekarno-Hatta, telah dilakukan berbagai pekerjaan seperti pembangunan jalan rel dan jembatan, pekerjaan persinyalan dan telekomunikasi, pembangunan gardu listrik aliran atas, pembangunan Stasiun Sudirman Baru dan Stasiun Bandara Soekarno-Hatta.

Pada awal pengoperasian, KA Bandara Soekarno-Hatta akan melayani penumpang dari Stasiun Sudirman Baru, Stasiun Duri, Stasiun Batu Ceper, dan Stasiun Bandara Soekarno-Hatta. Setiap harinya disiapkan 42 perjalanan dengan headway 60 menit. Namun, secara perlahan KAI berupaya meningkatkan keberangkatan menjadi 80 perjalanan.

Jadwal keberangkatan dari Stasiun Sudirman Baru mulai pukul 03.51 WIB dan keberangkatan akhir pukul 21.51 WIB. Jadwal keberangkatan dari Stasiun Bandara Soekarno-Hatta mulai pukul 06.10 WIB dan berakhir pukul 23.10 WIB. KAI berharap, kereta bandara ini bisa memberikan kemudahan dan pilihan lain bagi masyarakat untuk ke bandara.

 


(ABD)