IMF-World Bank

Voyage to Indonesia, Penjelajahan ke Indonesia Baru

   •    Rabu, 26 Sep 2018 16:22 WIB
analisa ekonomiimf-world bank
<i>Voyage to Indonesia</i>, Penjelajahan ke Indonesia Baru
Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang baru diresmikan Sabtu, 22 September, di Tanjung Nusa Dua, Badung, Bali, menjadi salah satu lokasi yang akan dikunjungi pada pertemuan IMF-WB Annual Meeting 2018. (FOTO: ANTARA/Fikri Yusuf)

PERHELATAN akbar International Monetary Fund-World Bank (IMF-WB) Annual Meeting 2018 akan diselenggarakan di Nusa Dua, Bali pada 8-14 Oktober 2018. Pertemuan tahunan ini diselenggarakan oleh Dewan Gubernur WB dan IMF untuk mendiskusikan perkembangan ekonomi dan keuangan global terkini serta beberapa isu yang meliputi kemiskinan, pembangunan, lapangan kerja, dan perubahan iklim.

Indonesia patut berbangga sebagai tuan rumah pertemuan yang akan dihadiri oleh 15 ribu delegasi dari 189 negara yang mungkin baru akan berulang 50 tahun lagi. Pertemuan ini diselenggarakan setiap tahun di Washington DC, Amerika Serikat, selama dua tahun berturut-turut, dan di negara anggota lainnya pada tahun-tahun berikutnya. Dengan kata lain, pertemuan yang dilaksanakan di negara anggota hanya terjadi setiap tiga tahun sekali.

Indonesia menjadi negara ASEAN ketiga dalam penyelenggaraan Annual Meeting IMF-WB, setelah Singapura dan Filipina. Pertemuan ini akan kembali mencatatkan sejarah keberhasilan Indonesia dalam penyelenggaraan pertemuan internasional setelah Konferensi Asia Afrika (1955) dan APEC (2013). Terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah bukan perkara mudah. Hal ini menunjukkan tingginya kepercayaan dunia Internasional terhadap Indonesia di bidang keamanan, stabilitas politik, dan keberhasilan ekonomi.

Pengajuan proposal kesediaan menjadi tuan rumah telah dilaksanakan sejak 2014 lalu. Selanjutnya, bersama dengan Mesir dan Senegal, Indonesia lolos masuk ke dalam shortlisted candidate untuk menjadi tuan rumah IMF-WB Annual Meeting 2018.




Pada Oktober 2015, didukung oleh stabilitas ekonomi, politik, dan keamanan serta sarana infrastruktur dan fasilitas yang memadai, Indonesia berhasil terpilih menjadi tuan rumah IMF-WB Annual Meeting 2018. Kesempatan baik ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan persepsi positif masyarakat internasional terhadap Indonesia yang reformed, resilient, dan progressive. Hal ini akan berbanding lurus dengan meningkatnya posisi tawar Indonesia dalam pergaulan internasional.

Dengan mengusung tema Voyage to Indonesia-A voyage that brings the world to Indonesia, masyarakat dunia diajak untuk menjelajahi wajah baru Indonesia sebagai buah keberhasilan reformasi pascakrisis 1998, tepat 20 tahun silam. Akselerasi pembangunan infrastruktur Bali saat ini gencar dilaksanakan dalam rangka mendukung keberhasilan acara.

Percepatan pembangunan infrastruktur, seperti underpass, pembangunan Garuda Wisnu Kencana, dan kesiapan bandar udara Ngurah Rai, Bali, menjadi pusat perhatian saat ini. Melalui IMF-WB Annual Meeting 2018, bukan hanya keputusan-keputusan petinggi ekonomi dan keuangan yang dinanti, tetapi juga dampak lanjutannya (spillover effect) terhadap sektor pariwisata, UMKM, kerajinan, dan tumbuhnya industri MICE (Meetings, Incentives, Conference, Exhibitions) di Indonesia.

Kunjungan wisata, akomodasi dan transportasi, pembelian souvenir, serta konsumsi belanja peserta IMF-WB Annual Meeting 2018 merupakan peluang besar untuk menunjukkan potensi Indonesia. Selain itu, peluang ini juga bisa digunakan untuk mengambil keuntungan sebesar-besarnya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi melalui penerimaan devisa. Saat ini, Indonesia bersiap diri menyambut perhelatan akbar AM IMF-WB 2018.

Infrastruktur Bandara Ngurah Rai

Menyambut kedatangan sekitar 15 ribu delegasi secara bersamaan, belum lagi kedatangan pimpinan-pimpinan negara dengan menggunakan pesawat yang cukup besar, Bandara Ngurah Rai, Bali, melakukan penambahan fasilitas apron atau tempat parkir pesawat. Penambahan luas apron sebesar 83 ribu meter persegi ini dapat menampung 11 parking stand pesawat. Ditargetkan, pekerjaan ini akan selesai pada September nanti.

Di samping memperluas apron, jumlah Rapid Exit Taxiway (RET) juga ditambahkan. Hal ini memungkinkan operasional take off dan landing dapat berlangsung lebih cepat. Tanda pengenal bagasi unik juga dipersiapkan, sehingga membantu mempercepat proses penanganan bagasi selama kedatangan dan keberangkatan delegasi di Bali.

Underpass Simpang Tugu, Ngurah Rai

Percepatan pengerjaan underpass Simpang Tugu Ngurah Rai dilaksanakan untuk mempermudah akses ke bandar udara Ngurah Rai. Adapun target penyelesaiannya pada Agustus 2018.
Underpass ini diharapkan mampu mengurai kepadatan arus lalu lintas, sehingga memperlancar lalu lintas Kota Denpasar pada umumnya sekaligus memperlancar jalannya IMF-WB Annual Meeting 2018. Sebelumnya, daerah ini merupakan simpul kemacetan akibat pertemuan lalu lintas dari empat arah, yaitu Bandara Ngurah Rai, Tol Bali Mandara, serta Kota Denpasar menuju kawasan wisata Nusa Dua dan sekitarnya.

Akomodasi dan Hotel

Kontrak dengan 21 hotel membuka lebih dari 4.000 kamar untuk delegasi resmi. Jumlah ini di luar rombongan lain dan keluarganya yang diperkirakan membutuhkan 13.500 kamar hotel. Selain itu, terdapat 89 ruang pertemuan, 600 ruang kantor, dan 55 pusat bisnis untuk mendukung kegiatan pertemuan IMF-WB Annual Meeting 2018.

Untuk sarana transportasinya, IMF-WB Annual Meeting 2018 membutuhkan puluhan sedan dan 250 bus untuk delegasi. Semua kendaraan terkait IMF-WB Annual Meeting 2018 akan disematkan stiker khusus untuk memasuki daerah Nusa Dua. Hal ini guna membantu mengatasi persoalan kemacetan lalu lintas.




Keamanan

Sejumlah modernisasi sistem pengamanan telah dipersiapkan oleh Kepolisian Daerah Bali untuk penyelenggaraan IMF-WB Annual Meeting 2018. TNI dan Polri telah saling berkoordinasi untuk mempersiapkan kru dan pasukan khusus pegamanan berkekuatan 12 ribu personil selama acara berlangsung.

Terobosan baru berbentuk aplikasi sedang dipersiapkan dan dapat langsung diunduh melalui ponsel saat ini juga. Aplikasi bernama "Salak Bali" ini nantinya dapat digunakan untuk mempermudah komunikasi dan peyampaian informasi dua arah, baik antara delegasi dan keluarganya, maupun dengan aparat penegak hukum setempat.

Apabila delegasi merasa tidak nyaman, dalam situasi terancam, atau menemukan peristiwa yang janggal selama berada di Bali, mereka dapat menggunakan aplikasi Salak Bali untuk memberikan informasi kepada petugas di posko terdekat. Selanjutnya, dalam waktu yang relatif singkat, polisi akan tiba di lokasi.

Rencana evakuasi secara komprehensif juga telah dipersiapkan. Rencana ini mencakup beberapa skenario peristiwa, seperti letusan gunung api, gempa bumi, dan tsunami. Hal ini telah dipersiapkan melalui penyusunan skenario ekstrem, sehingga semua peserta bisa dievakuasi dari Pulau Bali apabila terjadi bencana.

Garuda Wisnu Kencana

Salah satu ikon pariwisata Bali, Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Tanjung Nusa Dua, Badung, Bali, menjadi salah satu lokasi yang akan dikunjungi pada pertemuan IMF-WB Annual Meeting 2018. Pembangunan konstruksi GWK sendiri kembali dilanjutkan dan dikebut dengan target penyelesaian pada Juli 2018. Pembangunan ini usai pengerjaannya mangkrak selama 20 tahun.
Patung yang tengah dibuat adalah patung Dewa Wisnu dan Garuda.

Ketinggian patung ini mencapai 120 meter dengan bentangan sayap garuda sepanjang 64 meter. Patung ini terbuat dari campuran tembaga dan baja seberat empat ribu ton. Lempengan patung ini nantinya akan disambung, sehingga membentuk patung Dewa Wisnu yang menunggangi Garuda. Patung ini dibuat langsung oleh tangan seniman asal Bali, Nyoman Nuarta.




Destinasi Wisata

Bali terkenal akan keelokan alam, kearifan lokal serta keramah-tamahan penduduknya. Meskipun demikian, khusus untuk kegiatan ini, terdapat lima destinasi menarik lainnya yang telah dipersiapkan untuk menjamu para delegasi dan keluarganya.

Kelima destinasi itu adalah Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Banyuwangi, Candi Borobudur di Yogyakarta, dan Danau Toba di Sumatera Utara. Persiapan destinasi ini meliputi pembangunan infrastruktur penunjang dan penambahan jadwal penerbangan berbagai maskapai pesawat ke daerah pariwisata dimaksud.

Sementara itu, Bali telah menyiapkan 40 rekomendasi destinasi wisata yang tersebar di sembilan kabupaten dan kota di seluruh Bali. Persiapan destinasi wisata ini tengah digencarkan dengan perbaikan di bidang infrastruktur, fasilitas penunjang, dan kebersihan lokasi.

Berkaitan dengan masalah kebersihan, beberapa kapal pengangkut sampah dioperasikan untuk membersihkan sampah di laut Bali, khususnya di Nusa Dua dan Kuta. Upaya pengenalan beragam destinasi ini bukan hanya berdampak jangka pendek, tetapi juga membawa dampak besar ke depan. Pariwisata merupakan salah satu cermin wajah Indonesia yang paling mudah diingat.

Harapannya, semakin dikenalnya wajah Indonesia dengan keelokan alam berpadu infrastruktur fasilitas yang baik dan mendukung, maka akan semakin banyak masyarakat internasional yang berkunjung kembali pada masa yang akan datang. Dengan beragam persiapan yang sedang dilaksanakan sampai saat ini, Indonesia siap menjadi pusat perhatian masyarakat internasional.

Lintang Anggraeni
Asisten Manajer Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung


(Tulisan merupakan pendapat pribadi, tidak mencerminkan kebijakan institusi tempat penulis bekerja)


(AHL)


Merpati akan Lunasi Utang Usai Maskapai Beroperasi

Merpati akan Lunasi Utang Usai Maskapai Beroperasi

1 day Ago

Merpati Nusantara Airlines berjanji akan melunasi utang dan pesangon mantan karyawannya. Janji …

BERITA LAINNYA