2018, WIKA Gedung Bidik Order Book Rp16,59 Triliun

Annisa ayu artanti    •    Selasa, 09 Jan 2018 11:14 WIB
wika gedung
2018, WIKA Gedung Bidik <i>Order Book</i> Rp16,59 Triliun
Ilustrasi Gedung WIKA. (FOTO: Metrotvnews.com)

Jakarta: PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WIKA Gedung) memproyeksikan akan memperoleh kontrak sebesar Rp16,59 triliun di tahun ini atau naik sebesar 28,4 persen dari target 2017.

Direktur Utama WIKA Gedung Nariman Prasetyo memproyeksikan total proyek yang dihadapi ini terdiri dari target kontrak baru di 2018 sebesar Rp7,83 triliun dan carry over 2017 sebesar Rp8,76 triliun.

"Komposisi perolehan kontrak baru 2018 direncanakan berasal dari Pemerintah sebesar 30 persen, BUMN 30 persen, dan swasta 40 persen," jelas Nariman dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 9 Januari 2018.

Ia mengklaim dari komposisi tersebut menunjukkan bahwa WIKA Gedung memiliki pasar yang jelas dan independen karena porsi kontrak baru berasal dari eksternal, di luar dari proyek-proyek yang berasal dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) selaku holding company.

Sementara itu, Nariman juga menjelaskan untuk penjualan (termasuk penjualan KSO) WIKA Gedung menargetkan Rp5,19 triliun atau naik 28,8 persen dari target 2017 sebesar Rp4,03 triliun dengan target laba bersih 2018 sebesar Rp394,5 miliar atau naik 38 persen dari target 2017 sebesar Rp285,8 miliar dan untuk pengembangan bisnis di 2018, perusahaan menggelontorkan belanja modal sebesar Rp667 miliar.

Sementara, untuk capaian kinerja keuangan hingga Desember 2017, Nariman menuturkan WIKA Gedung telah membukukan kontrak dihadapi (order book) sebesar Rp12,92 triliun. Order book tersebut terdiri atas kontrak baru senilai Rp7,32 triliun dan kontrak bawaan (carry over) tahun lalu sebesar Rp5,6 triliun.

"Capaian kontrak baru tersebut belum termasuk penawaran terendah beberapa proyek yang telah diperoleh di akhir 2017," ujar dia.

Adapun beberapa kontrak proyek kontruksi yang telah diperoleh sepanjang 2017 adalah Masjid Raya Jawa Barat, Office Center Pelindo III Surabaya, Apartemen Arandra Residences Jakarta, Hotel & Resort Pullman Mandalika Lombok, Apartemen Grand Ostello Jatinangor, Rumah Sakit Pelabuhan Palembang, dan Tamansari Urbano Bekasi.

Kemudian Transmart Sidoarjo, Trans Studio Cibubur, Jakarta International Equestrian Park Pulomas Jakarta Timur, Gedung Mabes Polri Sisi Barat, Gedung Telkom Manyar, Apartemen Tamansari Iswara di Bekasi, Stasiun LRT Jakarta Koridor 1 Jakarta, Apartemen B Residence, Relokasi Rumah Dinas TNI AU Halim, Transmart Jember, dan Pembangunan Rumah Susun Sewa Banten, Jabar & DKI Jakarta.

Adapun posisi arus kas hingga akhir tahun, perseroan tetap optimistis membukukan arus kas positif. Tercatat arus kas operasi perseroan per November 2017 sebesar Rp192 miliar dan diproyeksikan per 31 Desember 2017 mencapai lebih dari Rp240 miliar.

"Kontribusi arus kas positif tersebut didukung oleh penerimaan kas yang berupa pencairan piutang serta pembayaran uang muka dari pelanggan," pungkas dia.

 


(AHL)