Pasar Modal 2018 Tetap Ditargetkan Meningkat

Ilham wibowo    •    Jumat, 07 Sep 2018 13:30 WIB
beipasar modal
Pasar Modal 2018 Tetap Ditargetkan Meningkat
Ilustrasi kegiatan di pasar modal. (FOTO: MI/Atet Dwi)

Jakarta: Kinerja pasar modal Indonesia terbilang cukup baik untuk merealisasikan target pertumbuhan. Aktivitas perusahaan yang menggalang dana melalui pasar modal tercatat cukup marak meski menghadapi tantangan ekonomi global.

"Kinerja pasar modal Indonesia masih sangat baik, diharapkan dapat melampaui pencapaian 2017 yang sebanyak 46 emiten saham dan obligasi baru. OJK juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah dan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas di sektor jasa keuangan," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hoesen, di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 7 September 2018.

Pernyataan Hoesen itu disampaikan dalam Diskusi Panel Investor Gathering dengan tema "Menyikapi Volatilitas Perdagangan Saham di Bursa Efek Indonesia". Menurut dia dinamika yang terjadi di sektor keuangan masih banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal, meliputi perang dagang antara AS dan Tiongkok serta meningkatnya eskalasi krisis di Argentina, Afrika Selatan, dan Turki.

"OJK fokus untuk melaksanakan pendalaman di sektor jasa keuangan khususnya di pasar modal dengan berbagai kebijakan di sisi demand, supply, dan infrastruktur," ungkapnya.

Sementara dari sisi demand, OJK mengedepankan berbagai program meliputi pengaturan perusahaan efek daerah dan lerantara pedagang efek bersifat utang dan sukuk, pengembangan transaksi online, pemasaran reksa dana, simplifikasi pembukaan rekening, dan mendorong pendirian perusahaan efek daerah.

Sedangkan program dari sisi supply meliputi penerbitan produk mikro seperti reksa dana, pengembangan obligasi dan sukuk daerah, dana tapera, rencana variasi produk reksa dana syariah, pengembangan produk derivatif, dan percepatan proses penawaran umum.

"Program dari sisi infrastruktur meliputi Lembaga Pendanaan Efek, Penyelesaian T+3 menjadi T+2, Implementasi e-Registration, Implementasi electronic trading platform tahap 2, dan implementasi e-Bookbuilding," tandasnya.

 


(AHL)