Tingginya Permintaan Dorong Pendapatan MARK ke Rp155,45 Miliar

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 31 Jul 2018 20:01 WIB
emiten
Tingginya Permintaan Dorong Pendapatan MARK ke Rp155,45 Miliar
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Jakarta: Permintaan produk sarung tangan kesehatan dunia milik PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) mengalami kenaikan tajam. Akhirnya, memberikan dampak positif bagi pendapatan perusahaan sebesar 46,9 persen, dari posisi Rp105,79 miliar di akhir Juni 2017 menjadi Rp155,45 miliar di sepanjang semester I-2018.

"P‎ermintaan pasar terhadap produk sarung tangan kesehatan secara global sangat tinggi dan berdampak positif bagi kinerja operasional dan keuangan perusahaan. S‎ejalan dengan permintaan yang tinggi, kami yakin bisa menjaga kesehatan kinerja untuk jangka panjang," ujar P‎residen Direktur Mark Dynamics Indonesia Ridwan, dalam keterangan resminya, Selasa, 31 Juli 2018.

K‎ontribusi terbesar bagi pendapatan perusahaan, dia mengaku, banyak berasal dari ekspor yang mencapai 97 persen, sisanya tiga persen dari lokal. Ekspor yang besar, karena posisi perusahaan‎ sebagai salah satu produsen hand former terkemuka di dunia.

"Pangsa pasar kita 35 persen. Oleh karena itu, pasar ekspor masih menjadi tujuan utama pasar perusahaan," ujar dia.

Porsi pendapatan yang meningkat memberikan sentimen positif bagi laba bersih yang naik 132,1 persen, dari Rp15,74 miliar di Juni 2017 menjadi Rp36,54 miliar di enam bulan pertama tahun ini.

"Posisi laba kotor tumbuh 91,8 persen, dari posisi Rp33,76 miliar di semester I tahun lalu, kini menjadi Rp64,76 miliar di semester pertama tahun ini," ucap dia.

Tingkat beban operasional, dia melanjutkan, tercatat sebesar Rp14,24 miliar, dengan rasio beban operasional terhadap pendapatan sebesar ‎9,2 persen. Apresiasi nilai dolar AS (USD) terhadap rupiah memberikan kontribusi positif bagi perusahaan. "Dengan tercatatnya laba bersih kurs sebesar Rp914,56 juta, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya mencatat rugi kurs sebesar Rp514,61 juta," sebut dia.

Posisi aset perseroan menjadi Rp272,39 miliar di semester I-2018, dengan peningkatan sebesar 12,6 persen dibandingkan kuartal pertama tahun 2018. Dengan aset lancar tercatat sebesar Rp178,97 miliar, sedangkan aset tidak lancar Rp93,41 miliar.

"Perusahaan akan terus berupaya meningkatkan nilai kepada pemegang saham dan investor. Kita juga akan mengembangkan usaha di luar bisnis organik yang telah dimiliki," tukasnya.


(AHL)