Analis: Sentimen Bom di Surabaya, IHSG Rawan Terkoreksi

Ade Hapsari Lestarini    •    Senin, 14 May 2018 10:44 WIB
ihsg
Analis: Sentimen Bom di Surabaya, IHSG Rawan Terkoreksi
Ilustrasi. (Foto: Antara/M Adimaja).

Jakarta: Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi rawan terkoreksi pada perdagangan hari ini. Salah satu pemicu pelemahan yakni sentimen negatif kasus bom di Surabaya.

"Hari ini kami berpendapat IHSG berpotensi melemah seiring pelemahan EIDO, pelemahan harga minyak dunia, tren pelemahan rupiah, dan sentimen kasus bom di Surabaya," jelas analis tim Samuel Sekuritas dalam hasil risetnya, Senin, 14 Mei 2018.

Tim analis Samuel Sekuritas mengatakan mata uang Garuda bahkan sempat menembus ke atas Rp14 ribu per USD. Jika dihitung sejak awal tahun hingga Jumat, 11 Mei 2018, rupiah melemah 2,99 persen menjadi Rp13.960 per USD.

Sementara terhadap dolar Singapura rupiah juga masih melemah hingga 3,05 persen ytd. Rupiah semakin tak berdaya saat dihadapkan dengan yen Jepang, yakni anjlok 6,10 persen sepanjang tahun ini.

Sedangkan dari dalam negeri, menutup perdagangan terakhir, Jumat, 11 Mei 2018, IHSG menguat 0,83 persen atau 48,89 poin ke level 5.956,83. Pelemahan rupiah terhadap USD belakangan membuat pelaku pasar khawatir.

Wall Street sebelumnya berakhir mixed pada Jumat, 11 Mei 2018, setelah saham sektor kesehatan terdongkrak dengan munculnya rencana Presiden AS Donald Trump untuk mengatasi tingginya harga obat-obatan. Namun saham sektor teknologi mengalami pelemahan. 
Sementara itu, bursa saham Eropa meneruskan reli pada Jumat dengan indeks STOXX 600 Eropa naik 0,11 persen. Angka indeks terus mencatatkan peningkatan mingguan dalam tujuh pekan terakhir.

Harga minyak dunia lebih rendah pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), setelah data menunjukkan jumlah rig minyak Amerika Serikat (AS) yang aktif meningkat. Minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli, turun USD0,35 menjadi ditutup pada USD77,12 per barel di London ICE Futures Exchange.


(AHL)