Analis Perkirakan Rupiah Bergerak Stabil

Angga Bratadharma    •    Selasa, 15 May 2018 08:32 WIB
kurs rupiah
Analis Perkirakan Rupiah Bergerak Stabil
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Jakarta: Dolar Amerika Serikat (USD) diperkirakan bergerak menguat di level 92,5-93 didorong meningkatnya imbal hasil treasury AS sebesar dua bps pada Senin menjadi 2,99 persen untuk tenor 10 tahun. Kenaikan imbal hasil tersebut didorong oleh defisit anggaran Pemerintahan AS yang kemungkinan lebih dari USD1 triliun di akhir 2019.

Analis Samuel Sekuritas Ahmad Mikail mengungkapkan, gerak nilai tukar rupiah diperkirakan lebih stabil hari ini didorong kemungkinan positifnya neraca perdagangan di April sebesar USD500 juta-USD700 juta. Selain itu, diharapkan sejumlah sentimen positif bisa terus berdatangan baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri.

"Gerak nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak di rentang Rp13.950 sampai dengan Rp14.000 per USD," sebut Ahmad Mikail, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Selasa, 15 Mei 2018.

Sementara itu, imbal hasil treasury AS bergerak naik. Imbal hasil treasury AS jangka menengah (10 tahun) dan panjang di AS (30 tahun) pada Senin kemarin masing-masing naik sebesar dua dan empat bps ke level 2,99 persen dan 3,13 persen seiring kemungkinan membesarnya defisit anggaran Pemerintah AS.

"Harga komoditas dorong kenaikan imbal hasil treasury AS. Harga minyak WTI dan gas kemarin masing-masing bergerak naik sebesar 0,13 persen dan 0,39 persen seiring kembalinya sanksi AS terhadap Iran," tutur Ahmad Mikail.

Lebih lanjut, imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) diperkirakan bergerak stabil. Kenaikan tingkat suku bunga treasury AS dan stabilnya gerak nilai tukar rupiah diperkirakan akan menjaga pergerakan imbal hasil SUN di posisi sekarang. Imbal hasil SUN 10 tahun kemungkinan bergerak di rentang 6,96-7,1 persen.

 


(ABD)