Indeks Mencoba Gapai Level 5.860-5.886

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 14 Jul 2017 09:42 WIB
ihsg
Indeks Mencoba Gapai Level 5.860-5.886
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/M Adimaja)

Metrotvnews.com, Jakarta: Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan kembali menguat, meski secara harian cenderung tertekan. Penguatan yang didapatkan pun masih akan bersifat terbatas.

"IHSG akan melanjutkan penguatan, indeks akan bergerak di rentang 5.810-5.860," ujar ‎Analis Reliance Securities Lanjar Nafi, dalam keterangan risetnya, Jumat 14 Juli 2017.

Kepala Analis PT Indosurya Mandiri Sekuritas William Suryawijaya‎ menambahkan, indeks diperkirakan cenderung berada di zona hijau. Sehingga perdagangan akan menguat terbatas.

"Saat ini IHSG masih betah berada dalam rentang konsolidasi wajar. Pergerakan IHSG terlihat sedang menguji support dengan potensi melanjutkan penguatan," jelas William.

Peluang kenaikan indeks, tutur dia, masih akan besar, jika support bisa dipertahankan. Level support yang harus ditahan pada 5.754. ‎Sedangkan target resisten terdekat yang berusaha ditembus ada di posisi 5.886.

Kenaikan indeks, lanjut dia, akan dibantu oleh fundamental ekonomi domestik dan harga komoditas global‎ yang masih terjaga baik‎. "Kondisi ini dapat menjadi sentimen positif penopang gerak indeks," tutur William.

M‎engamati keadaan satu hari ini, William merekomendasikan kepada pelaku pasar untuk mencermati beberapa pergerakan saham seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), serta PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).

Selain itu, cermati pula gerak saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), ‎PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS), dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI).

 


(AHL)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

3 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA