Transaksi Festival Pasar Modal Syariah Capai Rp2,30 Miliar

Ade Hapsari Lestarini    •    Sabtu, 02 Apr 2016 18:22 WIB
pasar modal syariah
Transaksi Festival Pasar Modal Syariah Capai Rp2,30 Miliar
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total transaksi di Festival Pasar Modal Syariah 2016 mencapai Rp2,30 miliar. Bahkan, selama empat hari, jumlah pengunjung Festival Pasar Modal Syariah 2016 tercatat sebanyak 9.517 orang atau melampaui target awal yang ditetapkan sebanyak 6.000 pengunjung.

"Jumlah pengunjung Festival Pasar Modal Syariah 2016 telah 1,5 kali lebih banyak dari target yang telah ditetapkan. Total transaksi mencapai Rp2,30 miliar," ujar Direktur Pengembangan BEI, Nicky Hogan, saat menutup Festival Pasar Modal Syariah 2016, seperti tertuang dalam siaran persnya, di Jakarta, Sabtu (2/4/2016).

Festival yang digelar sejak Rabu, 30 Maret hingga Sabtu, 2 April telah terjadi sebanyak Rp1,05 miliar transaksi keuangan di Anggota Bursa Sistem Online Trading Syariah, Manajer Investasi, dan Bank Agen Penjual Reksa Dana, serta transaksi nonkeuangan yang dilakukan di booth perusahaan tercatat senilai Rp1,24 miliar.

"Total produk yang ditransaksikan oleh pengunjung selama acara ini sebanyak 4.032," tambah dia.

Dia menambahkan, pengunjung terlihat antusias mendalami produk-produk syariah di pasar modal Indonesia yang sudah sangat beragam dengan mengelilingi 44 booth yang ada di Festival Pasar Modal Syariah. Selain itu, tingginya antusiasme masyarakat juga ditunjukkan dengan jumlah pengunjung yang selalu ramai ketika acara talk show diselenggarakan.

"Bahkan, jumlah pengunjung yang hadir saat talk show melebihi jumlah tempat duduk yang disediakan sehingga banyak pengunjung tetap rela dan antusias mengikuti talk show meski tidak mendapatkan tempat duduk," tambah Nicky.

Sekadar informasi, Festival Pasar Modal Syariah 2016 diselenggarakan oleh BEI, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), yang didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).


(AHL)