Waskita Karya Sebar Dividen Rp513 Miliar

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 17 Mar 2017 13:38 WIB
waskita karya
Waskita Karya Sebar Dividen Rp513 Miliar
?Direktur Utama Waskita Karya M. Choliq (kedua dari kiri) usai menggelar RUPS. (FOTO: MTVN/Dian Ihsan Siregar)

Metrotvnews.com, Jakarta: Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan 2016 PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) memutuskan pemberian keuntungan (dividen) sebesar Rp513 miliar atau setara 30 persen dari porsi laba bersih sebesar Rp1,71 triliun di 2016.

"Saham dividen Rp513 miliar, setara 30 persen dari laba bersih. Setara juga dengan Rp37,87 per lembar saham," ungkap ‎Direktur Utama Waskita Karya M. Choliq, ditemui usai RUPST perseroan di Kantor Pusat Waskita Karya, Jakarta, Jumat 17 Maret 2017.

Choliq mengatakan, pembagian dividen ini akan diumumkan lebih lanjut di media massa paling lambat Selasa 21 Maret 2017. ‎"Akan diumumkan di koran paling lambat Selasa, kapan akan dibagikan dan bagaimana tata cara pembagian dividen," jelasnya.

Sekadar informasi, Waskita Karya membukukan laba bersih perseroan sebesar 62,86 persen dari posisi Rp1,05 triliun di 2015 menjadi Rp1,71 triliun di tahun lalu.

Kenaikan laba ini merupakan dorongan kuat dari peningkatan pendapatan perusahaan. Tercatat, pada tahun lalu pendapatan ‎emiten dengan kode ticker WSKT naik 63,84 persen menjadi Rp23,79 triliun, padahal pendapatan periode 2015 hanya terkumpul sebesar Rp14,15 triliun.

Adapun kenaikan pendapatan WSKT dikontribusikan dari bisnis konstruksi yang naik menjadi Rp22,37 triliun dari posisi sebesar Rp12,04 triliun. Bisnis jalan tol perusahaan juga mengalami peingkatan, dari Rp31,79 miliar di 2015 menjadi Rp218,05 miliar. Sedangkan bisnis hotel juga mengalami pertumbuhan, dari Rp10,34 miliar menjadi Rp11,29 miliar.

‎Selama 2016, perseroan juga meraih pendapatan dari bisnis properti dan energi, masing-masing sebesar Rp34,12 miliar dan Rp1,82 miliar. Pada 2015, perusahaan di bawah naungan BUMN ini sama sekali belum mendapatkan revenue dari sektor properti dan energi.

Sementara tingkat pendapatan yang naik juga menimbulkan beban pokok pendapatan yang melonjak 61 persen, dari Rp12,23 triliun di 2015 menjadi Rp19,82 triliun di akhir Desember 2016. Beban umum dan administasi juga ikut terkerek menjadi Rp755 miliar, dari porsi sebelumnya sebesar Rp480,43 miliar.

‎Sedangkan tingkat aset di 2016, porsinya mengalami peningkatan 102,64 persen, dari Rp30,31 triliun menjadi Rp61,42 triliun. Dengan tingkat ekuitas dan liablitas masing-masing menjadi Rp16,77 triliun dan Rp44,65 triliun.


(AHL)

Menkeu: Level Utang Indonesia Masih Aman

Menkeu: Level Utang Indonesia Masih Aman

26 minutes Ago

Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan kondisi utang Indonesia masih di level aman jika diband…

BERITA LAINNYA