Capai Rp102,06 Triliun, Total Emisi Surat Utang Korporasi Cetak Rekor Baru

Arif Wicaksono    •    Minggu, 27 Nov 2016 13:23 WIB
pasar modal
Capai Rp102,06 Triliun, Total Emisi Surat Utang Korporasi Cetak Rekor Baru
Illustrasi. ANTARA/Rosa Panggabean.

Metrotvnews.com, Jakarta: Total emisi obligasi, sukuk korporasi, dan Efek Beragun Aset (EBA) yang sudah tercatat di sepanjang 2016 telah melampaui Rp100 triliun.

Sejak awal 2016 hingga akhir pekan ini total emisi obligasi, sukuk korporasi, dan EBA yang dicatatkan di BEI telah mencapai 70 emisi yang diterbitkan oleh 47 emiten dengan nilai Rp102,06 triliun dan menjadi dan menjadi rekor baru di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dikutip dari Keterangan Bursa Efek Indonesia, Minggu (27/11/2019), pencapaian di 2016 tersebut melebihi total emisi obligasi, sukuk korporasi, dan EBA yang dicatatkan di sepanjang 2015 yakni sebesar Rp62,75 triliun melalui 55 emisi yang diterbitkan oleh 28 emiten. Total nilai emisi tersebut juga melampaui rekor total emisi sepanjang berdirinya BEI sebelumnya di 2012 dengan nilai emisi Rp69,45 triliun.

Baca : BEI Bidik Realisasi Aturan Marjin

Total nilai emisi obligasi, sukuk korporasi, dan EBA tersebut kemungkinan besar masih akan bertambah jelang akhir 2016. Sepanjang pekan ini saja, sebanyak 3 obligasi korporasi telah dicatatkan di BEI. Pertama adalah Obligasi Berkelanjutan I Sarana Multi Infrastruktur Tahap I Tahun 2016 yang diterbitkan oleh PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dengan nilai nominal Rp5 triliun yang dicatatkan Senin (21/11).

Obligasi korporasi kedua dan ketiga yang dicatatkan di BEI pada pekan ini adalah Obligasi I Angkasa Pura I Tahun 2016 dan Sukuk Ijarah I Angkasa Pura I Tahun 2016 yang dicatatkan pada Rabu (23/11). Obligasi tersebut memiliki nilai emisi Rp2,5 triliun dan Sukuk tersebut memiliki nilai emisi Rp500 miliar.

Dengan pencatatan tiga surat utang korporasi tersebut maka total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 315 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp313,44 triliun dan USD20 juta, diterbitkan oleh 105 emiten. Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di BEI berjumlah 94 seri dengan nilai nominal Rp1.770,95 triliun dan USD1.240 juta, serta 7 emisi EBA senilai Rp3,07 triliun.




Transaksi Perdagangan Saham Turun

Rata-rata volume transaksi perdagangan saham di sepanjang pekan ini mengalami peningkatan 15,26 persen menjadi 12,33 miliar unit saham dari 10,70 miliar unit saham di sepekan sebelumnya.

Rata-rata nilai transaksi perdagangan saham turun 15,48 persen menjadi Rp6,98 triliun dari Rp8,26 triliun, dan rata-rata frekuensi perdagangan saham berubah 8,37 persen dengan menjadi 307,29 ribu kali transaksi dari 335,36 ribu kali transaksi pada pekan lalu.

Performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada periode 21 hingga 25 November 2016 ikut berubah 0,93 persen menjadi 5.122,10 poin dari 5.170,11 poin sepekan sebelumnya. Nilai kapitalisasi pasar saham domestik pada pekan ini ikut berubah 0,81 persen menjadi Rp5.543,92 triliun dari Rp5.589,16 triliun di periode 14 hingga 18 November 2016. Investor asing mencatatkan penjualan bersih pada pekan ini sebesar Rp2,71 triliun meski secara tahunan masih tercatat beli bersih Rp22,56 triliun.


(SAW)