Rupiah Dibuka Perkasa di Rp14.104/USD

Angga Bratadharma    •    Rabu, 09 Jan 2019 08:52 WIB
kurs rupiah
Rupiah Dibuka Perkasa di Rp14.104/USD
Ilustrasi (MI/ROMMY PUJIANTO)

Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Rabu pagi terlihat kembali menguat dan perlahan menuju level Rp13.000 per USD dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp14.147 per USD. Katalis positif diharapkan bisa terus berdatangan guna memperkuat gerak nilai tukar rupiah.

Mengutip Bloomberg, Rabu, 9 Januari 2019, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka melonjak ke Rp14.104 per USD. Day range nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp14.094 hingga Rp14.104 per USD dengan year to date return di 2,02 persen. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.905 per USD.

Sementara itu,  indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama rivalnya, naik 0,25 persen menjadi 95,9044 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1442 dari USD1,1478 pada sesi sebelumnya. Pound Inggris turun menjadi USD1,2719 dari USD1,2769 pada sesi sebelumnya.

Sedangkan dolar Australia turun menjadi USD0,7139 dibandingkan dengan USD0,7142. USD dibeli 108,63 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 108,60 yen Jepang pada sesi sebelumnya. USD naik menjadi 0,9812 franc Swiss dari 0,9794 franc Swiss, dan melemah menjadi 1,3282 dolar Kanada dari 1,3296 dolar Kanada.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 1,09 persen menjadi berakhir pada 23.787,45 poin, sedangkan S&P 500 naik 0,97 persen menjadi 2.574,41 poin, dan Komposit Nasdaq menambahkan 1,08 persen menjadi 6.897,00 poin. Sektor keuangan adalah satu-satunya komponen indeks S&P yang tidak naik.

Reli tiga hari dimulai pada Jumat, 4 Januari setelah data pekerjaan AS yang kuat dan komentar dovish tentang suku bunga oleh Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell telah mengangkat S&P 500 lebih dari sembilan persen dari posisi terendah 20 bulan yang tersentuh sekitar Natal. Indeks S&P 500 telah menguat dalam tujuh sesi dari sembilan sesi terakhir.

Amerika Serikat dan Tiongkok akan memperpanjang perundingan perdagangan di Beijing untuk hari ketiga yang tidak dijadwalkan, kata seorang anggota delegasi AS, ketika dua negara ekonomi terbesar di dunia itu berusaha menyelesaikan sengketa perdagangan yang getir. Sejauh ini, para pejabat dari kedua belah pihak terdengar optimistis.

 


(ABD)


Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss
World Economic Forum 2019

Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss

2 hours Ago

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga menegaskan Indonesia siap menyongsong era revolusi i…

BERITA LAINNYA