Tiga Proyek dari Indonesia Sabet LafargeHolcim Awards 2017

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 08 Dec 2017 18:54 WIB
holcim indonesia
Tiga Proyek dari Indonesia Sabet LafargeHolcim Awards 2017
Tiga Proyek dari Indonesia Sabet LafargeHolcim Awards 2017. (FOTO: MTVN/Dian Ihsan)

Jakarta: LafargeHolcim Awards 2017 untuk Asia Pasifik telah digelar dengan tiga proyek dari Indonesia membawa pulang masing-masing Silver Award dalam kategori utama, Acknowledgement Award, dan Next Generation. Ketiga pemenang fokus pada peningkatan kualitas edukasi melalui keterlibatan masyarakat dan meningkatkan kondisi lingkungan secara berkelanjutan.

Tiga pemenang dalam LafargeHolcim Awards 2017, untuk kategori Silver Award yakni proyek SHAU dari Bandung yang membuat perpustakaan mikro di Indonesia. Kategori Acknowledgement Award diraih oleh Pppooolll Architects dari Jakarta. Sedangkan untuk kategori Next Generation Awards dimenangkan oleh Andi Subagio.

Salah satu juri di LafargeHolcim Awards, Gunawan Tjahjono mengatakan, kompetisi ini memberikan pengakuan terhadap desain yang melampaui standar saat ini, menonjolkan respons berkelanjutan atas berbagi isu teknologi, lingkungan, sosial ekonomi, dan budaya yang memengaruhi konstruksi kontemporer.

LafargeHolcim Awards mengapresiasi konstruksi lebih dari hanya sekedar bangunan yang indah. LafargeHolcim Awards merupakan kompetisi paling bergengsi di dunia untuk desain berkelanjutan.

"Kompetisi ini mencari proyek di tingkat desain lanjutan, bukan karya akhir," ungkap Gunawan, ditemui di Gedung Design Center, Jakarta, Jumat, 8 Desember 2017.

Meskipun ada tiga karya pemenang dari Indonesia, Gunawan berharap mereka bisa berlomba di acara lain. Tapi, ada hal yang paling terpenting, bagaimana membuat banyak kalangan arsitektur lainnya untuk berlomba seperti ini.

"Saya kira disebarkan seluruh perguruan tinggi. Kalau kalian diinformasikan ke dunia sosial media, banyak orang yg akan ikut juga. Jadi bagi yang sudah menang, maka bisa ikut award lain lagi. Hasilnya untuk masyarakat luas," ujar Gunawan yang juga menjabat sebagai Guru Besar Jurusan Arsitektur Universitas Indonesia.

Suistanable Development Manager PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) Oepoyo Prakoso menambahkan LafargeHolcim Awards telah dibuatkan kelima kalinya. Setiap tahunnya, banyak kalangan arsitektur yang mendaftar untuk ikut dalam perlombaan tersebut.

"Dari 5.000 entry di seluruh dunia. Ada 400 submit dari Indonesia. Ini memang antusiasnya besar sekali ke Indonesia. Mereka datang dari seluruh Indonesia, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Aceh, dan lainnya. Datang dari berbagai kalangan, mereka berlomba demi menang. Alhamdulillah, Indonesia menang di tiga proyek," tutur Oepoyo.

Semoga ke depannya, Oepoyo mengharapkan, jumlah yang mendaftar dalam program LafargeHolcim Awards lebih bisa meningkat lagi. "Untuk proses opening untuk daftar cukup panjang di LafargeHolcim Awards kali ini, dari 2016, entry closing pada Maret 2017. Pengumuman hadiah di November 2017," pungkas Oepoyo.


(AHL)


PPN Avtur Indonesia Sudah Kompetitif

PPN Avtur Indonesia Sudah Kompetitif

2 days Ago

Perlakuan pengenaan pajak pendapatan nilai (PPN) untuk avtur bagi penerbangan domestik di Indon…

BERITA LAINNYA