Rupiah Merekah

   •    Kamis, 06 Sep 2018 16:36 WIB
rupiah
Rupiah Merekah
Rupiah. MI/RAMDANI.

Jakarta: Mata uang rupiah naik pada penutupan perdagangan hari ini. Rupiah berhasil naik setelah ada sinyal bahwa The Fed tak perlu menaikkan suku bunga secara bertahap karena ekonomi Amerika Serikat (AS) belum cukup kuat. 

Bloomberg, Kamis, 6 September 2018 tercatat menguat sebesar 45 poin dengan berada pada Rp14.893 per USD. Yahoo Finance melansir mata uang rupiah naik 42 poin dengan berada pada Rp14.888 per USD. Bank Indonesia mencatat mata uang rupiah naik dengan berada pada Rp14.891 per USD.

Indeks dolar diperkirakan melemah di sekitar level 94,80- 95,0 terhadap euro dan poundsterling. Pelemahan dolar tersebut didorong oleh pernyataan Presiden The Fed St Louis James Bullard yang memberikan pernyataan bahwa The Fed harus menghentikan kenaikan tingkat suku bunga karena stance kebijakan The Fed sudah menjadi netral. Risiko perang dagang dan data ekonomi yang belum cukup kuat menjadi alasannya. 

Namun mata uang rupiah kemungkinan belum diuntungkan dari melemahnya indeks dolar tersebut seiring risiko yang masih tinggi bagi mata uang negara-negara berkembang akibat krisis keuangan yang terjadi Argentina, Turki, dan Afrika Selatan.   Analis Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail memperkirakan mata uang rupiah kemungkinan melemah ke level Rp14.980 per USD hingga Rp15.100 per USD.


(SAW)