Ada IDX Incubator

BEI-OJK Masih Kaji Papan Perdagangan UMKM

Annisa ayu artanti    •    Senin, 17 Apr 2017 13:23 WIB
umkm
BEI-OJK Masih Kaji Papan Perdagangan UMKM
Ilustrasi MI/ROMMY PUJIANTO).

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan masih mengkaji permintaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengadakan papan perdagangan khusus untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pasalnya, Maret lalu BEI juga sudah membuka IDX Incubator untuk para UMKM dan Start Up.

Direktur Direktur Pengembangan BEI, Nicky Hogan mengatakan, setelah membuka IDX Incubator pihaknya masih membutuhkan waktu untuk melatih pelaku usaha rintisan untuk belajar menjadi perusahaan yang layak untuk menggalang dana melalui IPO.

"Setahu saya belum sampai sampai tahapan situ. Karena IDX Incubator butuh waktu untuk menginkubasi, memberi latihan, meng-coaching, UKM dan Start Up butuh waktu juga," kata Nicky usai pembukaan perdagangan, di kantor BEI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin 17 April 2017.

Untuk itu, Nicky mengungkapkan, selagi IDX Incubator ini berjalan kemungkinan rencana papan perdagangan untuk sektor UMKM masih dalam pembahasan bersama OJK.

Seperti diketahui, beberapa peraturan eksisting saat ini yang menjadi kendala adalah adanya minimum modal untuk perusahaan yang akan melakukan pelepasan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) 

"Aturan yang eksisting yang ada yang masih Rp5 miliar minimal modal networknya," ucap dia.

Lebih lanjut, Nicky menyebut, jumlah UMKM dan Start Up di Indonesia sangat besar. Namun perusahaan yang siap untuk IPO belum tentu jumlahnya sebanyak jumlah UMKM itu. Oleh karena itu, BEI dan OJK masih memerlukan pengkajian.

"Kalau dilihat dari jumlahnya banyak sekali ratusan ribu. Kalau kita bicara potensi, berapa banyak yang siap jadi perusahaan IPO tentunya harus melalui minimum," jelas dia.

Ia juga menambahkan, untuk UMKM yang akan IPO nantinya juga akan dilihat faktor sustainabilty perusahaan, sebab nantinya perusahaan tersebut akan berhubungan dengan publik.

"Pasti itu bagian dari peraturan dan persyaratan untuk mereka menjadi IPO. Itu akan ada di peraturan yang disebutkan mengenai sustain perusahaan yang mau IPO," tutup dia.


(SAW)