Firstindo Finance akan Lepas 766 Juta Saham via IPO

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 16 May 2017 10:39 WIB
emiten
Firstindo Finance akan Lepas 766 Juta Saham via IPO
Ilustrasi aktivitas perdagangan saham di BEI. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT First Indo American Leasing Tbk atau Firstindo Finance berencana menjalankan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) di pasar modal Indonesia. Setidaknya perseroan bakal melepas sebanyak-banyaknya 35 persen saham, atau setara 766 juta lembar saham baru.

Langkah IPO perseroan yang melepas sebanyak 766 juta lembar, nantinya harga yang ditawarkan di kisaran Rp105-Rp115 per saham. ‎Dana segar yang akan didapat di kisaran Rp80,43 miliar hingga Rp88,09 miliar.

"Dana segar dari IPO seluruhnya akan dimasukkan sebagai modal kerja untuk pembiayaan. Kita belum mau ekspansi tahun ini," ‎ujar Presiden Direktur Firstindo Finance Sumartono Mardjuki, dalam keterangan tertulisnya, Selasa 16 Mei 2017.

‎Demi memperlancar langkah IPO, manajemen Firstindo Finance telah menunjuk PT UOB Kay Hian Securities sebagai penjamin pelaksana emisi efek (underwriter). Masa Penawaran ‎IPO Firstindo Finance dilakukan mulai 12-18 Mei 2017. Sedangkan untuk masa penawaran umum akan diselenggarakan pada 2 dan 5 Juni 2017.

"Rencananya perseroan akan mencatatkan saham perdananya di BEI pada 8 Juni 2017," ungkap Sumartono.

Saat ini, ‎komposisi pemegang saham Firstindo Finance sebanyak 67,90 persen dimiliki oleh PT Inti Sukses Danamas, sebanyak 21,82 persen dimiliki oleh PT Multikem Suplindo dan Sakuma International S.A memiliki saham sebesar 10,28 persen.

Buku Desember 2016, perusahaan telah menyalurkan pembiayaan kendaraan bekas yang asetnya mencapai Rp867 miliar atau tumbuh 8,23 persen dari periode yang sama tahun lalu. Hampir 98 persen total aset merupakan nilai pembiayaan. Perusahaan telah membukukan pendapatan sebesar Rp176 miliar yang sebagian besar dari pendapatan pembiayaan konsumen.

Total kewajiban perseroan mencapai ‎Rp730 miliar, di mana sebesar Rp678 miliar merupakan utang pihak perbankan. Sedangkan ekuitas naik 0,06 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya menjadi Rp137 miliar.


(AHL)