BEI Ancam Delisting Tiga Emiten

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 20 Jun 2017 15:49 WIB
suspensi sahambei
BEI Ancam <i>Delisting</i> Tiga Emiten
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio saat menggelar konferensi pers. (FOTO: MTVN/Dian Ihsan Siregar)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku sudah memanggil beberapa perusahaan yang telah lama terkena penghentian sementara (suspensi) perdagangan saham. ‎Dari seluruh perusahaan yang dipanggil, ada beberapa emiten yang terancam delisting secara paksa.

Perusahaan yang kena suspensi ini karena banyak hal, seperti tidak melaporkan kinerja laporan keuangannya. Sehingga, bursa memberikan sanksi kepada perusahaan tersebut. ‎Emiten-emiten ini pun akan terancam mendapat sanksi force delisting atau delisting paksa.

"Baru kita panggil satu-satu, yang dipanggil tiga. Moga-moda tidak di-force," ungkap Direktur Utama BEI Tito Sulistio, ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Selasa 20 Juni 2017.

Walaupun demikian, Tito tidak mau menyebutkan nama emiten yang terancam force delisting dari pasar modal Indonesia. Dia hanya menyebut, perusahaan tersebut sudah disuspensi lebih dari dua tahun.

Tito menambahkan, ancaman delisting ini dikeluarkan karena pihak bursa telah meminta laporan keuangan perseroan, namun sayangnya tidak pernah diberikan. Dia mengakui, alasan tidak diberikannya laporan keuangan ini karena perseroan sedang mengalami kerugian.

"‎Tapi kita berpikir selalu satu, minority protection-nya bagaimana? Kita bilang sama mereka 'lu beli dong, ngomongnya heart to heart, mereka bilang ya sudah kita beli'. Kan ada beberapa dari mereka yang bahkan enggak bisa memberi laporan keuangan karena rugi, jadi pokoknya di atas dua tahun kita berhak force delisting dan kita akan lakukan," pungkas pria yang gemar menaiki motor gede tersebut.


(AHL)

TNI Gagalkan Penyelundupan 24 Ton Garam Ilegal

TNI Gagalkan Penyelundupan 24 Ton Garam Ilegal

13 hours Ago

Aparat TNI AL Wilayah Dumai, Riau, menangkap sebuah kapal motor kayu yang diduga mengangkut 24 …

BERITA LAINNYA