Imbal Hasil SUN Berpeluang Naik

Angga Bratadharma    •    Jumat, 19 May 2017 08:39 WIB
surat utangobligasi
Imbal Hasil SUN Berpeluang Naik
Ilustrasi (MI/PANCA SYURKANI)

Metrotvnews.com, Jakarta: Imbal hasil global masih menurun dan Bank Indonesia (BI) belum ubah pandangan kebijakan moneternya. Imbal hasil global mayoritas masih mengalami pelemahan walaupun rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang baik mulai mencegah imbal hasil UST untuk turun lebih dalam lagi.

"Tetapi hingga saat ini belum ada solusi final dari kisruh politik AS sehingga optimisme terhadap laju pertumbuhan AS ke depan belum akan kembali dalam waktu dekat," kata Analis Samuel Sekuritas Rangga Cipta, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat 19 Mei 2017.

Dari domestik, ruang penguatan Surat Utang Negara (SUN) yang terbatas mulai mendorong balik imbal hasil SUN untuk naik tetapi relatif terbatas –imbal hasil premium bertahan di kisaran 480 basis poin (bps). Investor masih menunggu rilis peringkat utang S&P yang diharapkan naik ke Layak Investasi.

RDG BI kemarin, tidak mencerminkan perubahan pandangan BI –masih khawatir terhadap geopolitik global tetapi optimistis terhadap porspek pertumbuhan. Fokus domestik sekarang mulai beralih ke inflasi Mei 2017 yang diperkirakan oleh survei BI akan naik ke kisaran 4,2 persen YoY.

Adapun keputusan BI yang mempertahankan BI RR rate tidak terlalu banyak berpengaruh seiring dengan tidak adanya perubahan pandangan yang signifikan. Tetapi secara umum, mulai konsistennya penguatan harga komoditas akan memberikan pertahanan lebih terhadap gerak rupiah di tengah gejolak di pasar keuangan global.

Sementara itu, baiknya data ekonomi Amerika Serikat (AS) obati kisruh politik dan pergerakan USD kembali kuat. Kisruh politik AS yang semakin intensif mangangkat pesimisme. Tetapi semalam, baiknya beberapa rilis data ekonomi AS menyelamatkan USD dari penurunan yang lebih dalam.

"Harga minyak mentah serta batu bara mulai konsisten naik, pertanda bahwa sentimen negatif di pasar komoditas hanyalah temporer," kata Rangga.

Sebelumnya, BI memutuskan untuk mempertahankan level suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate sebesar 4,75 persen.  Bertahannya level suku bunga diikuti oleh langkah BI untuk mempertahankan suku bunga Deposit Facility (DF) serta Lending Facility (LF) yang masing-masing berada pada level sebesar empat persen dan 5,5 persen.

 


(ABD)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

5 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA