Raih Pernyataan Efektif dari OJK, Prodia Mulai 'Jajakan' Saham

Ade Hapsari Lestarini    •    Rabu, 30 Nov 2016 19:59 WIB
prodia widyahusada
Raih Pernyataan Efektif dari OJK, Prodia Mulai 'Jajakan' Saham
Ilustrasi OJK. (FOTO: ANTARA/Fanny Octavianus)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Prodia Widyahusada Tbk (Prodia) mulai menggelar penawaran umum saham perdana sebagai bagian dari proses Initial Public Offering (IPO) mulai hari ini hingga 2 Desember.

Kegiatan tersebut dilakukan menyusul diperolehnya pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 29 November 2016. Adapun pencatatan saham perdana Prodia dijadwalkan pada 7 Desember 2016.

"Kami berharap kehadiran Prodia di pasar modal akan memberikan nilai tambah yang optimal kepada para stakeholders dan shareholders," ujar Direktur Utama Prodia Dewi Muliaty, dalam siaran persnya, Rabu (30/11/2016).

Setelah melalui tahapan bookbuilding dengan melibatkan investor domestik dan luar negeri, Prodia menetapkan harga IPO di level Rp6.500 per lembar saham. Prodia akan memperoleh dana sekitar Rp1,22 triliun dari pelepasan 20 persen saham yang setara dengan 187,5 juta lembar.

Dewi mengatakan, besarnya minat investor terhadap IPO Prodia membuktikan bahwa kepercayaan investor terhadap model bisnis dan prospek usaha Prodia sangat tinggi. Apalagi sebagai pemimpin pasar laboratorium klinik di Indonesia, jaringan Prodia sudah menjangkau 30 provinsi di seluruh Indonesia dengan populasi lebih dari 250 juta jiwa.

Dengan fundamental perusahaan yang kuat dan rekam jejak lebih dari 43 tahun, Dewi meyakini prospek pertumbuhan bisnis Prodia akan semakin kuat sejalan dengan peningkatan masyarakat kelas menengah dan tingginya kesadaran terhadap isu-isu kesehatan di Indonesia.

Prodia akan menggunakan sekitar 67 persen dana IPO untuk mengembangkan dan memperbesar jejaring outlet Prodia di Indonesia, baik di pasar yang ada saat ini maupun di pasar yang baru; sebesar 19 persen akan digunakan untuk memperkuat kemampuan dan kualitas layanan Prodia melalui pembelian (i) peralatan teknologi diagnostik generasi terbaru, yang akan memperkuat layanan Prodia untuk mendukung pengobatan individu yang menjadi tren yang terus tumbuh di industri laboratorium klinik global (ii) peralatan untuk pemeriksaan non-laboratorium, dan (iii) peralatan dan/atau perlengkapan teknologi informasi. Kemudian sisanya sebesar 14 persen akan digunakan untuk memperkuat modal kerja.

Sampai dengan 30 Juni 2016, Prodia memiliki 251 outlet, termasuk di dalamnya 128 laboratorium klinik, dan lebih dari 3.600 karyawan dengan lebih dari 230 dokter, yang tersebar di 104 kota di 30 provinsi. Laboratorium Klinik Prodia merupakan tempat rujukan bagi sebagian besar rumah sakit dan laboratorium klinik lainnya di seluruh Indonesia, terutama untuk tes laboratorium khusus.


(AHL)