9.384 Investor Tanam Saham di Bali

   •    Minggu, 16 Oct 2016 14:04 WIB
investor
9.384 Investor Tanam Saham di Bali
Illustrasi. ANTARA/Rosa Panggabean.

Metrotvnews.com, Denpasar: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sebanyak 9.384 investor menanam saham di Provinsi Bali sehingga turut menumbuhkan kinerja pasar modal hingga Agustus 2016.

Direktur Lembaga Jasa Keuangan OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, Nasirwan menjelaskan bahwa jumlah investor saham tersebut melonjak dibandingkan pada posisi Desember 2015 yang hanya mencapai 7.615 investor.

"Peningkatan tersebut selain karena masyarakat mulai tertarik dengan sumber pendapatan dari investasi saham, OJK dan instansi terkait juga intensif melakukan sosialisasi terkait pasar modal kepada masyarakat termasuk kalangan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Bali," kata dia dikutip dari Antara, Minggu (16/10/2016). 

Apalagi saat ini sudah diberikan kemudahan yakni hanya dengan uang Rp100 ribu, masyarakat sudah bisa berinvestasi di pasar modal. Nasirwan lebih lanjut menjelaskan bahwa hingga 31 Agustus 2016 pertumbuhan jumlah sub-rekening efek (SRE) di Bali sebanyak 1.733 rekening.

Sedangkan nilai transaksi saham telah mencapai hampir 3,6 juta transaksi dengan total pegawai perusahaan efek dan pemegang izin wakil sejumlah 58 orang.

"Sebanyak 58 bank di Bali juga telah tercatat sebagai agen penjual reksa dana," katanya.

Meski kinerja pasar modal di Bali tumbuh positif, pihaknya tetap akan menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat berkaca dari survei yang dilakukan 2013 bahwa tingkat inklusi atau pemanfaatan pasar modal di Bali hanya 0,3 persen. Sedangkan tingkat literasi atau pemahaman masyarakat terhadap pasar modal juga terbilang rendah yakni enam persen.

Secara keseluruhan tingkat literasi keuangan masyarakat di Bali berdasarkan survei tersebut mencapai 19,50 persen dan tingkat inklusi menunjukkan angka yang positif yakni 71,30 persen


(SAW)