Penguatan USD Tekan Gerak Rupiah

Angga Bratadharma    •    Selasa, 14 Nov 2017 09:21 WIB
kurs rupiah
Penguatan USD Tekan Gerak Rupiah
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Jakarta: Pergerakan dolar Amerika Serikat (USD) mengalami penguatan terhadap hampir semua mata uang global termasuk rupiah mendorong kenaikan imbal hasil obligasi Indonesia. Sejumlah sentimen biasanya memberikan efek terhadap pergerakan mata uang, baik USD maupun nilai tukar rupiah.

Analis Samuel Sekuritas Ahmad Mikail mengatakan, ketidakpastian kapan diberlakukanya pemotongan pajak yang diajukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke senat meningkatkan ketidakpastian di pasar global. Kondisi itu membuat imbal hasil jangka pendek AS naik dan mendorong penguatan USD.

"Penguatan USD tersebut mendorong penurunan imbal hasil obligas AS 10 tahun dan menekan rupiah serta imbal hasil obligasi pemerintah. Imbal hasil 10 tahun Indonesia diperkirakan akan tetap meningkat seiring masih besarnya ketidakpastian di pasar global," kata Ahmad Mikail, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Selasa 14 November 2017.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 17,49 poin atau 0,07 persen menjadi 23.439,70. Kemudian S&P 500 naik 2,54 poin atau 0,10 persen menjadi 2.584,84. Indeks Nasdaq Composite naik 6,66 poin atau 0,10 persen menjadi 6.757,60.

Namun, meningkatnya kekhawatiran muncul setelah Senat Republik pada Kamis meluncurkan sebuah rencana untuk merombak kode pajak AS yang mengandung perbedaan penting dari rencana pajak DPR yang sebanding. RUU Senat akan menunda pemotongan tarif pajak perusahaan dari 35 persen menjadi 20 persen sampai 2019.

Partai Republik di Dewan Perwakilan Rakyat AS mengumumkan awal bulan ini tagihan yang telah lama dinanti untuk merombak kode pajak AS dalam beberapa dasawarsa dengan mengurangi secara signifikan pajak penghasilan individual dan perusahaan.

Ini akan mengurangi jumlah kurung pajak pendapatan pribadi dari tujuh menjadi empat, sekaligus mempertahankan tingkat pajak penghasilan individual tertinggi sebesar 39,6 persen. Ini juga akan memotong tarif pajak penghasilan badan menjadi 20 persen dari 35 persen.

 


(ABD)

Pemerintah Masih Godok Pembentukan <i>Holding</i> BUMN Jasa Keuangan

Pemerintah Masih Godok Pembentukan Holding BUMN Jasa Keuangan

4 hours Ago

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih menggodok pembentukan holding BUMN di sektor …

BERITA LAINNYA