IHSG Pagi Akhir Pekan Menguat ke 6.448

Angga Bratadharma    •    Jumat, 09 Mar 2018 09:09 WIB
ihsg
IHSG Pagi Akhir Pekan Menguat ke 6.448
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Jakarta: Reli Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat atau di akhir pekan terlihat terjadi dan berhasil berbaris di zona hijau. Meski menguat, perlu diwaspadai adanya potensi pelemahan seiring dengan faktor eksternal yang masih tidak menentu dan memberi tekanan terhadap IHSG.

IHSG Jumat, 9 Maret 2018, perdagangan pagi dibuka menguat 5,17 poin atau setara 0,1 persen ke posisi 6.448. Sedangkan LQ45 menguat 1,30 poin atau setara 0,1 persen ke posisi 1.069 dan JII menguat 3,80 poin atau setara 0,5 persen ke posisi 749.

Pagi ini, seluruh sektor didominasi di zona hijau walau terlihat ada beberapa yang berbaris di zona merah. Sektor konsumer menguat 5,60 poin, sektor manufaktur menguat 4,81 poin, dan sektor infrastruktur menguat 1,97 poin. Sedangkan sektor keuangan melemah 4,27 poin.


Sumber: IMQ21

Volume perdagangan pagi tercatat sebanyak 166 juta lembar saham senilai Rp127 miliar. Sebanyak 122 saham terlihat menguat, sebanyak 28 saham melemah, sebanyak 80 saham tercatat tidak berubah, dan sebanyak 385 saham tidak mengalami perdagangan.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 93,85 poin atau 0,38 persen menjadi berakhir di 24.895,21 poin. Indeks S&P 500 meningkat 12,17 poin atau 0,45 persen menjadi ditutup di 2.738,97 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir naik 31,30 poin atau 0,42 persen menjadi 7.427,95 poin.


Sumber: IMQ21

Pasar ekuitas AS menghapus kerugian mereka pada akhir perdagangan Kamis 8 Maret, setelah Associated Press melaporkan bahwa tarif yang diajukan oleh Presiden AS Donald Trump akan mulai berlaku dalam 15 hari dan akan membebaskan Kanada dan Meksiko tanpa batas waktu.

Sementara itu, bagi negara-negara lainnya dapat mengajukan pengecualian, walaupun rincian tentang kapan itu akan diberikan masih belum jelas. Trump diperkirakan akan merilis rincian lebih lanjut mengenai tarifnya akhir pekan ini. Pasar saham berada di bawah tekanan karena Gary Cohn, penasihat ekonomi utama Trump, mengundurkan diri dari jabatannya.


(ABD)