Terbitkan MTN Rp600 Miliar, Kimia Farma Tawarkan Kupon 7,75%

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 13 Mar 2018 06:46 WIB
kimia farma
 Terbitkan MTN Rp600 Miliar, Kimia Farma Tawarkan Kupon 7,75%
Kimia Farma. Dok: Ant.

Jakarta: Setelah menerbitkan Medium Term Note (MTN) tahap I-2017 sebesar Rp400 miliar, PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) kembali merilis surat utang jangka menengah tahap II-2028 sebesar Rp600 miliar. Dana penerbitan surat utang kali ini untuk belanja modal dan belanja operasional yang akan dijalankan oleh perseroan.

Direktur Utama Kimia Farma Honesti Basyir menyatakan, dana sebesar Rp600 miliar akan digunakan untuk belanja modal dan belanja operasional melalui investasi di beberapa proyek yang akan direalisasikan oleh perseroan.

"Penerbitan MTN ini menguntungkan dan memberi sumber pendanaan yang lebih cepat dibandingkan dengan pinjaman lain. Dana hasil penerbitan MTN ini akan memperkuat kapasitas pembiayaan Kimia Farma yang sedang melakukan ekspansi bisnis tahun ini," terang dia, dalam keterangan resminya, Senin, 12 Maret 2018.

MTN pada tahap kedua, dia mengaku, mempunyai tenor selama tiga tahun dengan tingkat kupon sebesar 7,75 persen. Tingkat kupon itu sesuai dengan rating AA- dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Pada penerbitan surat utang jangka menengah ini, sambung dia, Kimia Farma telah menunjuk tiga penjamin emisi obligasi, yakni PT Indo Premier Sekuritas, PT BNI Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas. Adapun agen pemantau yang telah diamanatkan adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).

Sepanjang 2017, KAEF mampu membukukan pendapatan sebesar Rp6,13 triliun atau meningkat 5,4 persen. Sedangkan, laba usaha sebesar Rp536 miliar atau tumbuh 21 persen.

Total aset perseroan tercatat mencapai Rp6,1 triliun atau meningkat 32,15 persen. Hal itu diakibatkan bertambahnya aset lancar menjadi Rp3,66 triliun atau meningkat 25,97 persen.


(SAW)


Pengalihan Komando BP Batam Disebut Membuat Gaduh

Pengalihan Komando BP Batam Disebut Membuat Gaduh

3 hours Ago

Pengalihan komando Pengelolaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam kepa…

BERITA LAINNYA