Indeks Acuan Indonesia Diyakini Menghijau

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 18 Jan 2019 09:03 WIB
ihsg
Indeks Acuan Indonesia Diyakini Menghijau
Ilustrasi (MI/RAMDANI)

Jakarta: Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih melanjutkan penguatan lantaran pasar regional, terutama pasar Asia akan kembali mendorong penguatan tersebut. Selain itu, katalis positif dari dalam negeri seperti tidak berubahnya suku bunga acuan diharapkan turut mendukung penguatan IHSG.

Analis Valbury Sekuritas Indonesia Suryo Narpati menjelaskan pasar Asia terdongkrak lantaran pelaku pasar Amerika Serikat (AS) tidak terlalu menanggapi penutupan pemerintahan yang sudah memasuki hari ke-26. Ibarat domino, kuatnya kedua pasar tersebut memberi imbas kepada pergerakan saham di Indonesia.

"Saham di BEI dapat melanjutkan penguatan pada hari ini," kata Suryo, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat, 18 Januari 2019, seraya meramalkan pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini berada di rentang support 6.357 sampai 6.404 dan resisten di 6.451 sampai 6.497.

Lain halnya dengan Suryo, Research Analyst Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper menilai, reli IHSG sepanjang hari berpotensi terkoreksi lantaran mulai adanya aksi ambil untung dalam jangka pendek.

"IHSG diprediksi melemah," kata Dennies.

Ia memperkirakan gerak IHSG berada di level support 6.383 sampai 6.403 dan resisten di 6.450 sampai 6.477. Meski demikian, Dennies mengatakan, pergerakan IHSG hari ini masih akan dipengaruhi oleh faktor global.

Beberapa referensi saham yang bisa dicermati investor adalah saham PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), dan PT Waskita Beton Precast Tbk.


(ABD)