Dua Perusahaan Perhotelan Jadi Emiten Baru di BEI

Ilham wibowo    •    Jumat, 18 Jan 2019 11:46 WIB
emitenbeiipo
Dua Perusahaan Perhotelan Jadi Emiten Baru di BEI
Suasana saat dua perusahaan jasa perhotelan melakukan IPO (Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo)

Jakarta: Dua perusahaan jasa perhotelan resmi mencatatkan saham perdana atau melakukan aksi Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada kuartal I-2019. Keduanya yakni PT Citra Putra Realty dan PT Nusantara Properti Internasional.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan dua perusahaan tersebut menjadi yang keempat dan kelima tercatat di BEI pada 2019. PT Citra Putra Realty Tbk mengunakan kode emiten CLAY, sementara PT Nusantara Properti International Tbk menggunakan kode emiten NATO.

"Akhirnya kita bisa berdiri di sini melihat perusahaan tercatat dinyatakan layak," ucap Nyoman, di Main Hall BEI, Jakarta, Jumat, 18 Januari 2019.

Nyoman mengharapkan kedua perusahaan dapat terus berkembang setelah melakukan IPO. Perusahaan juga diminta tetap menjaga kepercayaan para investor dan menjaga jalinan komunikasi yang kondusif.

"Diharapkan dua perusahaan ini dapat memberikan manfaat bagi pemegang saham dan mendorong investasi di Indonesia," ungkapnya. 

Direktur Utama Citra Putra Realty Yudha Bhakti menyatakan pihaknya menggelar IPO dengan melepas sejumlah 520 juta saham. Besaran saham itu setara dengan 20,23 persen dari modal disetor dan ditempatkan dengan harga Rp180 per saham. Adapun pihaknya akan mendapatkan dana segar sebesar Rp93,60 miliar dari aksi tersebut.

PT Lotus Andalan Sekuritas dan PT 0S0 Sekuritas Indonesia ditunjuk sebagai joint lead underwriter. Citra Putra Realty yang didirikan pada 2009 ini merupakan pemilik hotel bintang lima The Stones Autograph Collection di Kuta Bali serta hotel bintang dua The Clay di Sudirman Jakarta.

"Langkah perusahaan masuk Bursa Efek Indonesia melalui IPO adalah bagian dari strategi meningkatkan kapasitas pendanaan perusahaan dan tata kelola untuk lebih baik," ujarnya. 

Sementara itu, Direktur Utama Nusantara Properti International Gede Putu Adnawa mengungkapkan pihaknya menawarkan 2 miliar saham dengan harga penawaran Rp103. Adapun total dana peroIehan dari IPO ini sebesar Rp206 miliar. 

Nusantara saat ini mengelola tiga hotel dan vila yang telah aktif beroperasi di Bali. Perseroan akan menggunakan dana IPO sebesar 80 persen untuk melakukan peningkatan penyertaan modal pada entitas anak, yaitu PT Nusantara Mandala Prima (NMP).

"Keberhasilan menuju IPO ini tidak hanya perkuat fundamental tapi mendorong program pemerintah dalam mendorong investasi. Mudah-mudahan menjadi landasan yang baik bagi pengembangan perusahaan," pungkasnya.



(ABD)