Rupiah Diprediksi Bergerak Menguat

   •    Jumat, 12 Jan 2018 09:45 WIB
kurs rupiah
Rupiah Diprediksi Bergerak Menguat
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Jakarta: Gerak nilai tukar rupiah diprediksi bergerak menguat. Isu penurunan pembelian surat perbendaharaan negara Amerika Serikat (AS) oleh Tiongkok membuat gerak nilai tukar rupiah naik cukup tajam pada perdagangan sore kemarin sebesar 0,19 persen. Sejumlah sentimen positif diharapkan bisa terus berdatangan dan mendorong penguatan rupiah.

Analis Samuel Sekuritas Ahmad Mikail mengatakan kekhawatiran akan retaliasi yang dilakukan Tiongkok terhadap ancamana sanksi perdagangan oleh AS yang meningkatkan ketidakpastian di pasar valas tersebut diperkirakan akan berlanjut hari ini.

"Gerak nilai tukar rupiah kemungkinan bergerak menguat di rentang Rp13.390 hingga Rp13.410 per USD," sebut Ahmad Mikail, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat, 12 Januari 2018.

Sementara itu, lanjutnya, imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) diperkirakan turun. Imbal hasil SUN diperkirakan akan turun hari ini seiring menguatnya nilai tukar rupiah. Kenaikan imbal hasil SUN kemarin akibat naik cukup tajamnya imbal hasil US treasury bond sebesar 3,6 persen dalam satu hari kemarin akibat isu pengurangan pembelian US treasury bond oleh Tiongkok.

Ketidakpastian tersebut kemungkinan dapat memberikan sinyal positif bagi pasar obligasi Tanah Air di mana obligasi Pemerintah Indonesia dapat menjadi alternatif investor asing di tengah ketidakpastian di pasar obligasi global.  

"Sedangkan imbal hasil SUN 10 tahun kemungkinan bergerak di rentang 6,20 persen sampai 6,23 persen," tukasnya.
 


(ABD)