Ruang Pelemahan Rupiah Diperkirakan Masih Dapat Terjadi

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 10 Oct 2017 09:31 WIB
kurs rupiah
Ruang Pelemahan Rupiah Diperkirakan Masih Dapat Terjadi
Ilustrasi (MI/ROMMY PUJIANTO)

Metrotvnews.com, Jakarta: Penguatan mata uang rupiah mengalami kenaikan tipis sepanjang perdagangan kemarin. Dengan demikian peluang pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) masih dimungkinkan terjadi sepanjang hari ini.

Gerak mata uang rupiah hingga penutupan perdagangan Senin 9 Oktober 2017, mengalami penguatan. Meski penguatannya hanya dua poin ke posisi Rp13.515 per USD. Padahal pembukaan perdagangan rupiah sempat berada di posisi Rp13.511 per USD.

"Peluang pelemahan pun masih dimungkinkan terjadi. Oleh karena itu, tetap mewaspadai berbagai sentimen yang dapat kembali menahan potensi penguatan rupiah," kata Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Selasa 10 Oktober 2017.

Pada perdagangan kemarin, lanjut Reza, adanya sejumlah sentimen positif dari ekonomi maupun pemberitaan seperti rencana kerja sama dengan Timur Tengah hingga rilis 10 kebijakan utama OJK terkait reformasi di industri keuangan tampaknya tidak banyak berimbas pada rupiah.

Bahkan melemahnya USD juga tidak banyak berimbas pada pergerakan rupiah. Masih adanya potensi pelemahan terjadi di hari ini, Reza memproyeksikan, rupiah akan bergerak di kisaran support Rp13.535 per USD, sedangkan posisi resisten akan berada di posisi Rp13.488 per USD.

Reza menyatakan, pelemahan rupiah masih terjadi di awal pekan ini meski dibarengi dengan pelemahan USD. Adanya berita Korea Utara (Korut) yang sedang menyiapkan rudal lainnya memberikan dorongan bagi yen Jepang, sehingga USD kembali tertekan.

"Adanya peralihan dari USD ke yen Jepang sepertinya tidak berimbas positif pada rupiah sehingga adanya pelemahan USD tidak membuat rupiah banyak berbalik menguat," tutur Reza.


(ABD)