Gerak USD Diperkirakan Melemah

Angga Bratadharma    •    Selasa, 13 Mar 2018 08:31 WIB
kurs rupiah
Gerak USD Diperkirakan Melemah
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Jakarta: Gerak dolar Amerika Serikat (USD) kemungkinan bergerak melemah terhadap beberapa mata uang kuat dunia setelah data kenaikan upah per jam di Amerika Serikat (AS) tumbuh di bawah ekspektasi. Rendahnya data tersebut diperkirakan mendorong rendahnya data inflasi di AS yang akan rilis malam ini yang diperkirakan tumbuh 2,1 (yoy).

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail mengungkapkan rendahnya data kenaikan upah tersebut juga meredakan kekhawatiran bahwa Fed Fund Rate (FFR) akan naik lebih dari tiga kali tahun ini. Sedangkan gerak nilai tukar rupiah diprediksi bergerak sedikit menguat jelang lelang surat utang negara hari ini.

"Yang kemungkinan dapat mendorong masuknya investor asing ke pasar perdana Surat Utang Negara (SUN). Rupiah di pasar spot diperkirakan bergerak di rentang Rp13.730 hingga Rp13.750 per USD," ungkap Ahmad Mikail, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Selasa, 13 Maret 2018.


Sumber: Samuel Sekuritas Indonesia

Di sisi lain, bursa AS kembali dilanda kekhawatiran seputar dampak dari tarif impor baja dan aluminium yang dapat menimbulkan perang dagang, di samping FOMC meeting di minggu depan di mana the Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga. Tidak ada data ekonomi signifikan yang keluar semalam.

"Indeks dolar AS melemah, sementara harga minyak dan batu bara menurun. Sedangkann gerak emas relatif bervariasi," ungkap Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup naik 1,04 persen dengan dana asing tercatat net buy Rp187miliar di pasar reguler. IHSG diperkirakan cenderung sideways hari ini dan berpotensi diwarnai oleh sentimen eksternal dan rilis laporan keuangan emiten.


(ABD)