Volume Penjualan Turun

Laba Indocement Tergerus 62,9% di Semester I-2017

Eko Nordiansyah    •    Senin, 07 Aug 2017 12:47 WIB
indocement tunggal prakarsa
Laba Indocement Tergerus 62,9% di Semester I-2017
Suasana konferensi pers PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (Foto: MTVN/Eko Nordiansyah)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk mencatatkan penurunan volume penjualan domestik sebesar 1,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada semester I-2017, volume penjualan penjualan domestik perseroan tercatat hanya 7,8 juta ton atau turun 109 ribu ton dari 8,1 juta ton pada semester I-2016.

Direktur Utama Indocement Christian Kartawijaya mengatakan, permintaan domestik nasional turun 1,3 persen sehingga mengakibatkan pangsa pasar perseroan turun jadi 25,5 persen. Bahkan konsumsi semen di home market seperti Jakarta turun 7,7 persen, sama halnya konsumsi di Jawa Barat yang turun 2,7 persen.

"Perbedaan waktu Ramadan yang jatuh pada semester I tahun ini juga memengaruhi volume penjualan dibandingkan dengan tahun lalu di mana Ramadan jatuh di semester II," kata dia, di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin 7 Agustus 2017.

Di sisi lain, perseroan mencatatkan penjualan klinker domestik sebesar 741 persen dibandingkan tahun lalu. Pada semester I-2017 penjualan klinker domestik tercatat 269 ribu ton sehingga keseluruhan total penjualan perseroan adalah 7,9 juta ton atau turun 2,4 persen periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, pendapatan neto Indocement mengalami penurunan sebesar 15,5 persen menjadi Rp6,54 triliun dari Rp7,74 triliun. Hal ini disebabkan penurunan harga jual domestik sebesar 12,6 persen dan volume penjualan domestik sebesar 1,4 persen dibandingkan tahun lalu.

Penurunan pendapatan ini tak diikuti dengan penurunan beban pendapatan yang hanya turun 4,5 persen menjadi Rp4,3 triliun. Sementara untuk laba kotor perseroan mengalami penurunan sebesar 30,7 persen dari Rp3,23 triliun menjadi Rp2,24 triliun pada semester I-2017.

Dengan kondisi tersebut, Indocement mencatatakan penurunan laba yang cukup drastis hingga 62,9 persen menjadi Rp901,8 miliar. Selain dikarenakan penjualan yang belum optimal, kondisi ini disebabkan oleh program revaluasi aset untuk tujuan perpajakan yang diprakarsai oleh pemerintah.


(ABD)