United Tractors Cetak Laba Rp1,5 Triliun di Kuartal I-2017

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 20 Apr 2017 11:31 WIB
united tractors
United Tractors Cetak Laba Rp1,5 Triliun di Kuartal I-2017
Ilustrasi (MI/PANCA SYURKANI)

Metrotvnews.com, Jakarta: ‎PT United Tractors Tbk (UNTR), yang 59,5 persen sahamnya dimiliki oleh PT Astra International Tbk (ASII), mencatat mengalami peningkatan laba bersih sebanyak 105 persen menjadi Rp1,5 triliun di kuartal I-2017 dibanding dengan laba Rp730,51 miliar di akhir Maret 2016.

"Hal itu disebabkan oleh peningkatan volume bisnis pada mesin konstruksi, kontraktor penambangan, dan kegiatan pertambangan yang seluruhnya mendapatkan keuntungan dari peningkatan harga batu bara," ujar ‎Presiden Direktur Astra International Prijono Sugiarto, dalam keterangan resminya, di Jakarta, Kamis 20 April 2017.

Menurut Prijono, pada segmen usaha mesin konstruksi, volume penjualan alat berat Komatsu mengalami peningkatan sebesar 70 persen menjadi 847 unit, di mana pendapatan dari suku cadang dan jasa perbaikan juga meningkat.

Sedangkan PT Pamapersada Nusantara atau PAMA, sebagai anak usaha UNTR di bidang kontraktor penambangan batu bara, mengalami peningkatan produksi batu bara sebesar dua persen menjadi 25 juta ton, sementara peningkatan kontrak pengupasan lapisan tanah (overburden removal) meningkat sebesar tiga persen menjadi 171 juta bank cubic metres.

Sedangkan PT Acset Indonusa Tbk (ACST), perusahaan kontraktor umum yang 50,1 persen sahamnya dimiliki United Tractors meraup peningkatan laba bersih 63 persen menjadi Rp31 miliar dan mencatat penambahan kontrak baru senilai Rp6,9 triliun sepanjang kuartal I-2017, dibandingkan dengan Rp2,4  triliun yang berhasil diterima pada kuartal pertama 2016.

Adapun ‎Bhumi Jati Power yang 25 persen sahamnya dimiliki oleh United Tractors di bulan Maret 2017 telah mempunyai rencana ‎akan mengembangkan serta mengoperasikan pembangkit listrik tenaga uap berkapasitas 2x1.000 MW di Jawa tengah, telah menyelesaikan perjanjian pendanaan proyek dengan para kreditur.

‎Proyek BOT (build, operate and transfer) ini diperkirakan menelan biaya sekitar USD4,2 miliar dan direncanakan akan mulai beroperasi secara komersial pada 2021. Sekadar informasi, Bhumi Jati Power merupakan perusahaan patungan bersama antara anak usaha UT, Sumitomo Corporation dan Kansai Electric Power Co Inc.

"Pada Maret kemarin UNTR melalui anak usahanya PT Tuah Turangga Agung, menyelesaikan akuisisi 80,1 persen kepemilikan PT Suprabari Mapanindo Mineral, sebuah perusahaan coking coal (batu bara berkalori tinggi yang biasa digunakan sebagai campuran dalam peleburan baja) yang berlokasi di Kalimantan Tengah," pungkas Prijono.

 


(ABD)

Menko Darmin Jamin Indonesia Tidak Tambah Utang
Bank Dunia Dorong Investasi

Menko Darmin Jamin Indonesia Tidak Tambah Utang

1 hour Ago

Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim dalam pidatonya berjanji bakal mengupayakan berbagai investasi…

BERITA LAINNYA