IHSG Akhir Pekan Diprediksi Tertekan

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 03 Aug 2018 08:16 WIB
ihsg
IHSG Akhir Pekan Diprediksi Tertekan
Ilustrasi (MI/PANCA SYURKANI)

Jakarta: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan ini diprediksi tertekan. Meski demikian, ada harapan stimulus positif seperti terkendalinya tingkat inflasi bisa menahan pelemahan tersebut yang ujungnya IHSG bisa berbalik arah untuk bergerak di area hijau.

Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi mengatakan secara teknikal IHSG bergerak terkonsolidasi setelah mencoba kembali pada level psikologis 6.000. Pola candlestick membentuk bullish counter attack dengan indikasi kembali tertekan diakhir pekan.

Adapun indikator stochastic bergerak dead cross pada area overbought dengan momentum yang tinggi pada indikator RSI. "Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak cenderung tertekan diakhir pekan dengan rentan pergerakan 5.886-6.030," kata Lanjar, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat, 3 Agustus 2018.

Berbeda dengan Lanjar, Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji menilai, setelah melemah sebanyak 0,36 persen di level 6.011 pada perdagangan 2 Agustus 2018, diperkirakan IHSG akan bergerak ke arah resisten. Berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama maupun kedua memiliki kisaran pada level 5.997 hingga 5.982.

Sementara itu, resisten pertama maupun kedua memiliki kisaran pada level 6.040 hingga 6.069. Berdasarkan indikator, meski Stochastic dan RSI sudah berada di area netral, MACD sudah berada di area positif. Di sisi lain, terlihat pola upward bar.

"Yang mengindikasikan adanya potensi penguatan pada pergerakan indeks saham sehingga indeks berpotensi menuju ke area resisten," ujar Nafan.

Adapun beberapa saham yang perlu dicermati di akhir pekan ini menurut Reliance Sekuritas Indonesia yakni PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM).

Sedangkan menurut Binaartha Sekuritas yakni PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID), dan PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA).

 


(ABD)