Listing Perdana, Saham IPCC Naik 5,18%

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 09 Jul 2018 10:04 WIB
pelindo ii
<i>Listing</i> Perdana, Saham IPCC Naik 5,18%
PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) resmi IPO ?di Bursa Efek Indonesia (BEI). (FOTO: Medcom.id/Dian Ihsan)

Jakarta: PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) resmi mencatatkan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) ‎di Bursa Efek Indonesia (BEI) pagi ini. Perusahaan melepas 509,14 juta saham di harga Rp1.640 per saham.

Pantauan Medcom.id, Senin, 9 Juli 2018, pada saat debut perdana, saham perusahaan naik Rp85 per saham atau 5,18 persen ke posisi Rp1.725 per saham, dari posisi penawaran Rp1.640 per saham.

Volume perdagangan saham di pasar reguler mencapai 3.002.400 unit saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp5,16 miliar. Frekuensi perdagangan mencapai 211 kali.

Direktur Utama IPCC Chiefy Adi Kusmargono mengatakan dana dari IPO, perusahaan akan meraup dana segar Rp835 miliar. Dana segar IPO setelah dikurangi biaya emisi, anak usaha PT Pelindo II (Persero) ini akan menggunakannya sebesar 50 persen untuk belanja modal.

"Kemudian, sebesar 25 persen untuk pembayaran kontrak sewa lahan jangka panjang di Jakarta Utara, dan sisanya 25 persen untuk modal kerja‎," kata Chiefy, ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Senin, 9 Juli 2018.

‎Demi mempermudah proses pelaksanaan IPO, perusahaan telah menunjuk PT Bahana Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi (underwriter). ‎Sedangkan RHB akan bertindak sebagai agen penjual internasional.

IPCC bergerak pada bidang jasa pelayanan terminal kendaraan. Adapun pelayanan jasanya meliputi Stevedoring, Cargodoring, Receiving, dan Delivery. Selain itu juga melayani pelayanan jasa lainnya, yaitu Vehicle Processing Center (VPC) dan Equipment Processing Center (EPC).

Indonesia Kendaraan Terminal menyediakan terminal yang disiapkan tak hanya untuk mobil, melainkan alat berat, truk, bus, dan suku cadang. Perseroan mengelola lahan seluas 31 hektare (ha) dengan kapasitas 700 ribu unit kendaraan per tahun.

Sesuai rencana, pada 2022, IPCC menargetkan lahan seluas 89,5 ha dengan kapasitas 2,1 juta kendaraan. Dengan demikian, Perusahaan diproyeksikan menjadi pengelola terminal mobil terbesar ke-5 di dunia.

Tercatat, pada 2017, IPCC membukukan pendapatan sebesar Rp422,1 miliar, meningkat dibandingkan 2016 yang sebesar Rp314,3 miliar. EBITDA naik menjadi Rp175,4 miliar dari Rp133,4 miliar. Laba kotor naik menjadi Rp208,6 miliar dari Rp164,5 miliar, dan laba bersih melonjak menjadi Rp130,1 miliar dari Rp98,4 miliar.

Adapun total aset per akhir 2017 mencapai Rp336,3 miliar, meningkat dibandingkan 2016 yang sebesar Rp264,9 miliar. Liabilitas naik menjadi Rp 99,2 miliar dari Rp79,3 miliar dan ekuitas meningkat menjadi Rp237 miliar dari Rp185,6 miliar dan current ratio sebesar 3,3 kali, naik dari 2,4 kali.


(AHL)


Perang Dagang AS-Tiongkok Tidak Pengaruhi Ekspor Indonesia

Perang Dagang AS-Tiongkok Tidak Pengaruhi Ekspor Indonesia

1 hour Ago

Perang dagang yang kini tengah berkecamuk antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok secara langs…

BERITA LAINNYA