Indeks Diperkirakan Alami Koreksi Wajar

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 28 Nov 2016 08:46 WIB
ihsg
Indeks Diperkirakan Alami Koreksi Wajar
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pasar modal Indonesia masih belum pulih dan hal itu terlihat dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang minggu kemarin yang cenderung tertahan. Adapun kondisi itu diperkirakan akan tetap terjadi pada pekan ini.

‎Analis ReLiance Securities Lanjar Nafi mengatakan, indeks masih akan bergerak cenderung mixed tertekan kembali di pekan ini jika rilis aktivitas sektor manufaktur turun sesuai ekspektasi 48,7 dari 49,86 dan tingkat inflasi 3,31 persen dari 3,1 persen

"IHSG sepanjang sepekan ini akan bergerak cenderung mixed dengan perkirakan rentang support pada level 5.060 dan resistance 5.230," jelas Lanjar, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakart, Senin (28/11/2016).

Baca: Schroder Investment: Aksi Demo Berlarut Tekan Laju IHSG

Sementara itu, ‎Kepala Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menerangkan, ‎indeks pada perdagangan hari ini masih akan dipengaruhi laju nilai tukar rupiah dan harga komoditas, sehingga adanya koreksi wajar harus dimanfaatkan investor dengan mengakumulasi pembelian.‎

"Pergerakan masih menunjukkan bahwa IHSG sedang berusaha menembus level resisten 5.291. Selain itu, investor dapat memanfaatkan momentum koreksi wajar untuk melakukan akumulasi pembelian," terang William.

Baca: Akhir Pekan, IHSG Stabil Menguat

Usai menguji support 5.088, lanjut William, terlihat gerak IHSG kembali menunjukkan potensi kenaikan yang cukup besar. Dalam rentang investasi jangka panjang, IHSG masih dalam kondisi uptrend. Hari ini IHSG berpotensi menguat.

M‎engamati keadaan tersebut, William merekomendasikan kepada pelaku pasar untuk mencermati beberapa pergerakan saham seperti PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP).

Baca: Kembali ke Level 5.100, Sesi Siang IHSG Menguat Tipis

Selain itu, masih kata William, perlu pula mencermati pergerakan saham seperti PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).


(ABD)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

4 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA