Ruang Penurunan Imbal Hasil SUN Masih Tersedia

Angga Bratadharma    •    Jumat, 11 Aug 2017 12:03 WIB
surat utangobligasi
Ruang Penurunan Imbal Hasil SUN Masih Tersedia
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Metrotvnews.com, Jakarta: Imbal hasil global mengalami penurunan di tengah tensi geopolitik dan harapan pelonggaran moneter domestik mengalami kenaikan. Tensi politik antara Amerika Serikat (AS) dan Korea Utara yang semakin panas berhasil mendorong imbal hasil UST semakin rendah dan menyeret serta seluruh imbal hasil obligasi global.

"Harga minyak yang kebetulan turun merespons data persediaan minyak OPEC juga membantu menekan imbal hasil global," ungkap Analis Samuel Sekuritas Rangga Cipta, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat 11 Agustus 2017.

Dari domestik, sentimen global bergabung dengan sentimen domestik yang saat ini semakin berharap adanya pemangkasan BI RR rate di tengah inflasi yang rendah, pertumbuhan kredit yang lamban serta pelemahan daya beli masyarakat dengan RDG BI berikutnya disimpulkan pada 22 Agustus 2017.

"Ruang penurunan imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) masih tersedia jika memfaktorkan BI RR rate yang lebih rendah 25 bps," tegas Rangga.

Dari domestik, rilis neraca transaksi berjalan kuartal II-2017 ditunggu dan diperkirakan melebar. Adapun hal ini bisa mengurangi sentimen positif dari domestik. Fokus juga tertuju pada rilis APBN 2018 dan spekulasi adanya perombakan kabinet yang kemungkinan diumumkan dalam beberapa hari ke depan.

Sementara itu, tensi geopolitik meningkat dan harga emas naik tajam. Tensi geopolitik meningkat sehingga mendorong kenaikan aset safe haven seperti emas, UST dan yen, kecuali USD. Dengan Trump yang semakin fokus terhadap masalah geopolitik, perhatian terhadap rencana stimulus fiskal diperkirakan berkurang.

"Sehingga kondisi ini menekan ekspektasi pengetatan lanjutan oleh the Fed ke depan dan direspons dengan pelemahan USD dan penurunan imabl hasil. Penurunan USD dan imbal hasil bisa tertahan jika inflasi AS Juli 2017 yang dirilis nanti malam naik," pungkas Rangga.

 


(ABD)