Rupiah Pagi di Awal Pekan Menguat Tajam ke Rp13.187/USD

Angga Bratadharma    •    Senin, 11 Sep 2017 08:31 WIB
kurs rupiah
Rupiah Pagi di Awal Pekan Menguat Tajam ke Rp13.187/USD
Ilustrasi (MI/SUSANTO)

Metrotvnews.com, Jakarta: Gerak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Senin pagi atau di awal pekan terpantau menguat tajam dibandingkan dengan perdagangan sore di akhir pekan lalu di Rp13.307 per USD. Memanasnya geopolitik sedikit banyak memberikan pengaruh terhadap melemahnya USD.

Mengutip Bloomberg, Senin 11 September 2017, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka di posisi Rp13.187 per USD. Day range nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp13.180 per USD hingga Rp13.189 per USD dengan year to date return di minus 2,14 persen. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp12.969 per USD.

Bursa saham Amerika Serikat (AS) melemah dengan badai yang berkelanjutan masih menjadi salah satu katalis. Harga saham asuransi mengalami penurunan tajam didorong oleh kekhawatiran atas klaim asuransi yang besar akibat badai Harvey dan badai Irma.



"Di sisi lain, harga saham perbankan saat ini menguat sementara harga saham emas meningkat akibat kekhawatiran kondisi geopolitik," ungkap Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta.

Sementara itu, harga minyak di tutup datar di USD 53,9 per barel merespons menguatnya persediaan minyak AS sebesar 4,6 juta barel akibat turunnya permintaan di tengah badai Harvey. Harga emas stabil di USD1.338 per toz. Tidak ditampik, sejumlah sentimen bisa memberikan efek terhadap pergerakan komoditas dunia.

Di sisi lain, Samuel Research Team memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami penguatan dengan  sentimen positif cadangan devisa Indonesia yang kembali meningkat 0,8 persen secara bulan ke bulan ke USD128,8 miliar. Peningkatan devisa disebabkan oleh penerimaan devisa dari penerimaan pajak dan devisa hasil ekspor pemerintah.

"Dan juga didukung oleh hasil lelang Surat Berharga Bank Indonesia (SBBI) valas," sebutnya.

 


(ABD)