Lippo Lirik jadi Pengembang Rumah DP 0%

Desi Angriani    •    Kamis, 20 Apr 2017 13:44 WIB
lippo grupkpr
Lippo Lirik jadi Pengembang Rumah DP 0%
Direktur Lippo Group John Riady. (FOTO: MTVN/Desi Angriani)

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Lippo Group John Riady tertarik menjadi pengembang program rumah dengan down payment (DP) nol persen yang diwacanakan gubernur dan wakil gubernur terpilih versi hitung cepat, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

Program tersebut memberikan harapan besar bagi masyarakat tidak mampu untuk memiliki rumah.

"Tertarik kalau memang ada program yang bisa meningkatkan daya beli masyarakat, itu baik sekali. Kita siap bekerjasama sebagai developer," ujar John seusai menjadi pembicara di The Economist Events, Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis 20 April 2017.

Menurutnya program tersebut sangat mungkin direalisasikan di Jakarta lantaran tanah milik pemerintah masih banyak. Dia mencontohkan, sejumlah apartemen di Singapura dan Hongkong dibangun dengan biaya yang terjangkau. Bila satu unit dibangun dengan dana Rp160 juta maka sangat mungkin untuk dijual Rp300 juta sehingga keuntungan yang didapat menjadi double.

Baca: Rumah DP Nol Persen atau Apartemen Bersubsidi

"Itu kira-kira 40 meter persegi untuk satu bedroom, keluarga empat orang. Biaya pembangunannya satu meter itu sekitar Rp3 juta cuma Rp120 juta. Kalau kita bilang ongkosnya Rp4 juta berarti hanya Rp160 juta," tuturnya.

Kendati demikian, Lippo mengaku belum ada komunikasi secara khusus dengan Anies-Sandi dalam mewujudkan program rumah murah ini. Dia meyakini, Sandi sudah memiliki konsep dan rancangan untuk membuat perumahan yang layak bagi warga Jakarta.

"Belum kan, baru kemarin terpilih Bapak gubernur yang baru. Kita belum ada komunikasi untuk ini secara khusus. Tetapi ini mungkin di hari-hari ke depan kita silaturahim," paparnya.

Baca: Sandi Sebut Biaya Cicilan Program DP Nol Persen Masih Dirumuskan

Sebelumnya, Anies-Sandi menjelaskan, penerima manfaat program DP 0 rupiah tersebut, yakni warga DKI Jakarta kelas menengah bawah dengan penghasilan total mencapai sekitar Rp7 juta per bulan dan belum memiliki rumah atau properti sendiri.

Termasuk dalam kategori ini adalah para pekerja informal yang tidak bankable karena pendapatannya tak menentu layaknya para pekerja formal.

 


(AHL)