Ruang Pelemahan Imbal Hasil SUN Masih Tersedia

Angga Bratadharma    •    Rabu, 09 Aug 2017 09:45 WIB
surat utangobligasi
Ruang Pelemahan Imbal Hasil SUN Masih Tersedia
Ilustrasi (MI/ATET DWI PRAMADIA)

Metrotvnews.com, Jakarta: Imbal hasil global terdorong harga minyak dan imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) ditopang arah kebijakan Bank Indonesia (BI) yang dovish. Imbal hasil global cenderung naik searah dengan kenaikan harga minyak mentah yang konsisten.

"Akan tetapi itu tidak berarti adanya optimisme di perekonomian Amerika Serikat (AS), ditandai oleh imbal hasil UST serta dolar index yang bertahan di level rendah," ungkap Analis Samuel Sekuritas Rangga Cipta, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Rabu 9 Agustus 2017.

Dari domestik, pernyataan BI yang dovish di tengah inflasi yang turun serta laju perekonomian yang tidak terlalu cepat, mendorong imbal hasil SUN untuk turun lebih jauh lagi. Akan tetapi penurunan imbal hasil agak tertahan, selain akibat faktor global, pemerintah yang mulai agresif menyerap SUN melalui lelang membuat ekspektasi penurunan imbal hasil berkurang.

"Ruang penurunan imbal hasil masih ada walaupun relatif terbatas," kata Rangga.

Di sisi lain, data tenaga kerja Amerika Serikat kembali mengalami perbaikan dan tingkat inflasi Tiongkok ditunggu. JOLTS Job Openings AS diumumkan membaik semalam, menambah optimisme perbaikan serapan tenaga kerja AS setelah data NFP serta tingkat pengangguran yang solid.

"Dolar index merespon dengan kenaikan walaupun hanya tipis, tertahan oleh pernyataan salah satu pejabat the Fed yang mengkhawatirkan laju kenaikan Fed rate yang terlampau cepat," kata Rangga.

Pagi ini ditunggu inflasi Tiongkok yang diperkirakan stabil sekaligus mempertahankan tren naiknya –surplus perdagangan Tiongkok yang diumumkan melebar kemarin dengan ekspor yang relatif cepat, menegaskan performa ekonomi yang tak seburuk diperkirakan sebelumnya.


(ABD)