Ratu Prabu Energi tidak Bangun LRT

   •    Selasa, 09 Jan 2018 09:42 WIB
lrtproyek lrt
Ratu Prabu Energi tidak Bangun LRT
Ilustrasi. (FOTO: MI/Rommy Pujianto)

Jakarta: Manajemen PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI) mengatakan pihaknya tidak terkait dengan rencana pembangunan light rail transit (LRT) senilai Rp405 triliun. Pengembangan proyek LRT akan dilakukan PT Prabu selaku pemegang saham PT Ratu Prabu Energi Tbk.

"Tidak ada informasi penting lain yang material dan dapat memengaruhi kelangsungan hidup perusahaan serta dapat memengaruhi harga saham perusahaan," tulis manjemen perusahaan kepada Bursa Efek Indonesia, Senin, 8 Januari 2018.

Mencuatnya nama emiten yang bergerak dalam bidang investasi migas dan properti itu sebagai pihak yang akan menggarap proyek LRT ditengarai karena pihak yang mengeluarkan ialah Burhanuddin Bur Maras yang merupakan Dirut PT Ratu Prabu Energi.

Baca: Ingin Bangun LRT, Ada Tiga Syarat untuk Ratu Prabu

Di sisi lain, Bur Maras juga merupakan pemilik PT Ratu Prabu yang memegang saham PT Ratu Prabu Energi (Tbk). Di sisi lain, investor pasar modal belum bergeming atas rencana pembangunan LRT oleh Ratu Prabu.

Saham berkode perdagangan ARTI itu masih stagnan di level Rp50 per lembar saham. Soal pendanaan proyek, Bur Maras mengatakan total dana yang diperlukan untuk fase 1, 2, dan 3 sebesar USD28 miliar-USD30 miliar dengan total 14 rute perjalanan termasuk Jabodetabek, Bogor, Banten, dan Bekasi.

"Skema yang disiapkan perusahaan untuk mendanai seluruhnya 100 persen bukan dana pribadi. Dana itu dipinjam dari bank. Sudah bukan mengajukan saja, tapi sudah disetujui Bank Exim China," jelas Maras saat dihubungi, kemarin.

Baca: Sandiaga: Pemerintah Senang Swasta Ingin Bangun LRT

Secara terpisah, Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah membuka pintu lebar-lebar bagi investasi swasta, termasuk LRT. Namun, investor harus memenuhi berbagai persyaratan penggunaan teknologi ramah lingkungan dan mempekerjakan warga negara Indonesia.

Di kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pun menyebut tiga syarat bagi Ratu Prabu. Pertama, pembangunan LRT harus dilakukan bertahap dan dimulai di tempat yang paling bernilai ekonomis. Selain itu, Budi meminta kepastian pendanaan proyek.

ARTI harus menyampaikan sumber-sumber pembiayaan dan perusahaan jasa keuangan yang terlibat di dalamnya. Karena ARTI perusahaan energi, Budi juga mewajibkan mereka menggandeng perusahaan di sektor transportasi sebagai operator. (Media Indonesia)

 


(AHL)


Perpres DNI Rampung Pekan Depan

Perpres DNI Rampung Pekan Depan

1 week Ago

Pemerintah mempercepat penyelesaian rancangan per-aturan presiden (Perpres) mengenai Daftar Neg…

BERITA LAINNYA