Sore Ini Presiden Tutup Perdagangan Pasar Modal 2017

Angga Bratadharma    •    Jumat, 29 Dec 2017 08:05 WIB
ihsgemitenbeipasar modalipo
Sore Ini Presiden Tutup Perdagangan Pasar Modal 2017
Presiden Joko Widodo (ANTARA FOTO/Andika Wahyu)

Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) diagendakan akan menutup perdagangan pasar modal di 2017 ini, di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, sejalan dengan segera berakhirnya 2017 dan memasuki Tahun Baru 2018. Sebelum ditutup Presiden Jokowi, serangkaian acara akan dilakukan termasuk paparan mengenai kondisi perekonomian sepanjang tahun ini.

Berdasarkan informasi yang didapatkan Medcom.id, rombongan Presiden Jokowi diagendakan akan tiba di BEI pada pukul 15.25-15.35 WIB dan langsung menuju VIP Room untuk beramah tamah. Lalu pada pukul 15.35-15.37 WIB, Presiden Jokowi menuju Main Hall. Setelah itu, sekitar pukul 15.37-15.40 WIB diagendakan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Sebelum Presiden menutup perdagangan dan memberikan pidatonya, pada pukul 15.45-15.49 WIB, Direktur Utama BEI Tito Sulistio diagendakan memberikan laporan singkat mengenai kinerja BEI. Setelah itu, pada pukul 15.49-15.56 WIB dilanjutkan sambutan dari Ketua Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso.

Sedangkan pada pukul 15.56-15.58 WIB, diagendakan pengantar singkat Presiden Jokowi sebelum penekanan palm hand screen tanda penutupan perdagangan oleh Presiden RI. Lalu pada pukul 15.58-15.16.01WIB, dijadwalkan countdown dan penekanan palm hand screen peresmian penutupan perdagangan oleh Presiden RI.

Setelah dilakukan penekanan palm hand screen sebagai tanda peresmian penutupan perdagangan maka pada pukul 16.01-16.21 WIB diagendakan pidato Presiden RI. Usai menyampaikan pidatonya, pada pukul 16.24-16.30 WIB, Presiden RI berserta rombongan dijadwalkan meninggalkan Main Hall BEI dan melakukan sesi foto bersama.



Sementara itu, gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah menyentuh level 6.300. Pencapaian indeks di tahun ini merupakan hasil kinerja pasar modal yang sangat positif karena ‎pada awal perdagangan tahun level indeks masih berada di posisi 5.296.

Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan kenaikan indeks sepanjang tahun ini tak luput dari kinerja positif emiten-emiten di bursa. Apabila ‎kinerja emiten positif maka gerak indeks mengalami peningkatan. "Emiten kuartal ketiga tumbuh 14,03 persen dan itu terbesar di ASEAN. Jadi, kalau produk bagus, emiten membaik. Sekarang membaik lagi," ungkap Tito.

Kinerja emiten yang positif tercermin dari total laba yang dikumpulkan oleh 517 perusahaan ‎bursa sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Total laba mencapai Rp253,51 triliun atau tumbuh 19,48 peren dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp212,18 triliun.

Sementara tingkat pendapatan emiten mengalami peningkatan sebesar 12,53 persen yakni dari Rp2.080 triliun menjadi Rp2.341 triliun per kuartal III-2017. ‎‎Adapun total aset 517 emiten naik 12,61 persen menjadi Rp9.874 triliun, dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp8.769 triliun.

 


(ABD)


Pengalihan Komando BP Batam Disebut Membuat Gaduh

Pengalihan Komando BP Batam Disebut Membuat Gaduh

3 hours Ago

Pengalihan komando Pengelolaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam kepa…

BERITA LAINNYA