12 Tahun, Masih Ada Enam Wilayah Indonesia Belum Terkonversi LPG

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 30 May 2018 16:44 WIB
impor lpg
12 Tahun, Masih Ada Enam Wilayah Indonesia Belum Terkonversi LPG
Menteri ESDM Ignasius Jonan. (MI/Panca Syurkani).

Jakarta: Sejak dicetuskannya program konversi minyak tanah ke elpiji pada 2007 ternyata masih ada enam wilayah Indonesia yang belum tersentuh program tersebut. Enam wilayah tersebut adalah Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB) dan beberapa pantai barat di Pulau Sumatera.

"Ada daerah yang belum terkonversi termasuk Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, NTT dan juga sebagaian NTB, dan pulau di pantai barat di Pulau Sumatera itu juga sebagian belum," kata Menteri ESDM, Ignasius Jonan, saat rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR-RI di Komplek Parlementer Senayan, Jakarta, Rabu, 30 Mei 2018.

Jonan menyebutkan, selama 2007 hingga 2016 pemerintah telah menyalurkan paket konversi elpiji 3 Kg ke masyarakat sebanyak 57,19 juta paket. Program konversi ini akan diteruskan setiap tahun.

Berdasarkan presentasi Kementerian ESDM pada 2018 pemerintah akan membagi program konversi minyak tanah ke elpiji 3 kg dibagi menjadi dua tahap distribusi. Tahap pertama sebanyak 366.330 paket dan tahap kedua sebanyak 136.215 paket.

Sementara itu, Jonan melanjutkan, untuk beberapa wilayah yang memiliki sumber gas pemerintah tidak akan melanjutkan dan menambah paket konversi tersebut. Pemerintah akan mendorong penggunaan gas melalui jaringan gas (Jargas) untuk rumah tangga.

"Kalau untuk daerah seperti Riau, Palembang, dan Kalimantan Utara seperti Tarakan itu akan lebih kita bangun untuk jargas. Jadi tidak menggunakan konversi elpiji. Konversi elpiji itu fokus untuk daerah yang tidak memiliki gas," tutup Jonan.


(SAW)