Pemerintah tak Menghitung Untung Rugi Pelemahan Rupiah

Husen Miftahudin    •    Senin, 10 Sep 2018 16:53 WIB
kurs rupiah
Pemerintah tak Menghitung Untung Rugi Pelemahan Rupiah
Melchias Markus Mekeng. MI/ROMMY PUJIANTO.

Jakarta: Pemerintah bersama Komisi XI DPR RI menggelar rapat kerja (raker) membahas asumsi makro pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019.

Dalam hal ini, pemerintah diwakili oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bapenas Bambang Brodjonegoro, dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto.

Saat menjelaskan asumsi dasar ekonomi makro RAPBN 2019, pernyataan Sri Mulyani diinterupsi Ketua Komisi XI, Melchias Markus Mekeng. Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar itu mempertanyakan posisi penerimaan negara saat terjadi pelemahan rupiah seperti kondisi saat ini.

"Kira-kira sumber penerimaan negara kita dengan kurs yang bergejolak begini berdampak pada penerimaan negara enggak? Intinya, apakah dengan kurs naik, pemerintah untung?," ujar Mekeng di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 10 September 2018.

Menanggapi hal tersebut, Sri Mulyani menegaskan dalam pengelolaan ekonomi Indonesia, tidak ada istilah untung atau rugi. Pengelolaan ekonomi menggunakan instrumen APBN.

"Jadi Kalau APBN sehat kita menggunakan instrumen itu untuk menjaga ekonomi lebih baik. Artinya, kita tidak menggunakan untung atau rugi, karena ini sering dipelintir," jelasnya.

Menurutnya, setiap pelemahan rupiah terhadap USD mempengaruhi penerimaan negara dan belanja negara. Dari Rp100 pelemahan terhadap USD, maka penerimaan negara naik sebesar Rp4,7 triliun dan belanja negara juga tumbuh sebanyak Rp3,1 triliun.

"Akan tetapi kenaikan penerimaan kita lebih tinggi dari belanja. Jadi total balancenya positif Rp1,6 triliun dari kenaikan Rp100 per USD," beber dia.

Per Agustus 2018, realisasi penerimaan negara sebesar Rp1.152,7 triliun atau 60,8 persen dari total perkiraan penerimaan negara dalam APBN 2018 sebanyak Rp1.894,7 triliun. Posisi tersebut tumbuh 18,4 persen dari periode yang sama tahun lalu.

"Sementara, belanja negara kita itu pertumbuhannya 8,8 persen. Tahun lalu posisi Agustus meningkat 5,6 persen," pungkas dia.


 


(SAW)