Tingkatkan Transaksi, BEI Kaji Pelonggaran Short Selling

Annisa ayu artanti    •    Kamis, 05 Jul 2018 15:52 WIB
bei
Tingkatkan Transaksi, BEI Kaji Pelonggaran <i>Short Selling</i>
IHSG. ANT/Akbar Nugroho.

Jakarta: Bursa Efek Indonesia (BEI) mengkaji pelonggaran aturan transaksi short selling guna meningkatkan transaksi dan likuiditas di pasar modal. Peningkatan transaksi dan likuiditas adalah misi direksi BEI yang baru. Salah satu jalan yang ditempuh adalah memberikan kemudahan bagi investor untuk dapat melakukan transaksi short selling.

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengatakan saat ini BEI tengah mengkaji cara supaya investor yang memiliki dana terbatas bisa melakukan transaksi short selling. BEI mengincar investor retail dapat melakukan transaksi itu.

"Pasti kita arahnya kepada ritel supaya ketahanan resilensi pasar modal lebih kuat. Memang arahnya ke ritel," kata Inarno di Kantor Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis, 5 Juli 2018.

Inarno menargetkan kajian itu dapat selesai dalam waktu dekat. BEI juga akan mengaktifkan PT Pembiayaan Efek Indonesia untuk meningkatkan transaksi short selling. "Kan kita ada Pembiayaan Efek Indonesia. Kita mau aktifkan untuk salah satu untuk mendukung short sell," ucap dia.

Lalu terkait dengan modal minimal yang digunakan sebagai jaminan senilai Rp200 juta dinilai masih terlalu mahal, Inarno mengungkapkan pihaknya belum mengkaji sampai sejauh itu.

Seperti diketahui, selama ini investor yang bisa melakukan transaksi short selling hanya investor yang merupakan perusahaan sekuritas atau anggota bursa yang tercatat di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).


 


(SAW)


Merpati akan Beroperasi Lagi 2019

Merpati akan Beroperasi Lagi 2019

7 hours Ago

PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) yang sejak 1 Februari 2014 berhenti beroperasi akibat k…

BERITA LAINNYA