IHSG Berpotensi Menghijau

Angga Bratadharma    •    Jumat, 13 Apr 2018 09:02 WIB
ihsg
IHSG Berpotensi Menghijau
Ilustrasi (FOTO ANTARA/Prasetyo Utomo)

Jakarta: Bursa saham Amerika Serikat (AS) semalam ditutup menguat signifikan. Kondisi itu terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengklarifikasi posisi AS terhadap kemungkinan serangan misil ke Suriah serta dirilisnya laporan keuangan sektor perbankan yang melebihi ekspektasi.

Samuel Research Team mengungkapkan laba bersih sektor perbankan AS Sdiproyeksi tumbuh 24 persen secara yoy, sementara secara sektor keseluruhan laba bersih diperkirakan naik 17 persen secara yoy di kuartal I-2018. Dari data ekonomi, data jobless claims turun 9.000 ke 233 ribu.

"Sementara harga barang impor tidak berubah di Maret," sebut Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat, 13 April 2018.

Harga minyak dunia melemah tipis ke USD71,8 per barel setelah sebelumnya meningkat tajam akibat krisis geopolitik terkait Suriah. Penurunan disebabkan oleh naiknya persediaan minyak mentah AS sebesar 3,3 juta barel ke 428,6 juta barel, sementara produksi minyak menyentuh titik tertinggi di 10,53 juta barel per hari.

"Dari pasar dalam negeri, kami perkirakan IHSG akan menguat setelah Moody’s menaikkan rating obligasi Indonesia dari Baa3 ke Baa2 dengan perubahan outlook dari positif ke stabil. Nilai tukar rupiah menguat ke Rp13.747, sementara EIDO datar," tegas Samuel Research Team.

Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average naik 293,60 poin atau 1,21 persen, menjadi ditutup di 24.483,05 poin. Indeks S&P 500 bertambah 21,80 poin atau 0,83 persen, menjadi berakhir di 2.663,99 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup naik 71,22 poin atau 1,01 persen, menjadi 7.140,25 poin.

BlackRock, manajer aset terbesar di dunia, melaporkan laba dan pendapatan kuartal pertama pada Kamis yang melampaui ekspektasi para analis. Perusahaan tersebut melaporkan laba per saham dilusian sebesar USD6,68 pada kuartal pertama dan pendapatan USD3,58 miliar. Saham BlackRock naik 1,47 persen menjadi menetap di USD533,01 per saham.

 


(ABD)