Pelemahan Rupiah Diperkirakan Bertahan dalam Jangka Pendek

Angga Bratadharma    •    Jumat, 21 Apr 2017 08:37 WIB
kurs rupiah
Pelemahan Rupiah Diperkirakan Bertahan dalam Jangka Pendek
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Metrotvnews.com, Jakarta: Dolar Amerika Serikat (USD) masih mengalami pelemahan dan FOMC meeting akan dilakukan di awal Mei. Dolar index masih bertahan di bawah 100 walaupun penurunannya mulai tertahan. Sejauh ini, Amerika Serikat (AS) terus memacu aktivitas perekonomian agar tumbuh lebih maksimal.

Analis Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan, risiko geopolitik serta memburuknya situasi keamanan di Eropa mulai menumbuhkan kembali permintaan atas aset safe haven. Mendekati FOMC meeting di awal Mei 2017, belum ada pertanda perbaikan signifikan data ekonomi AS sehingga peluang kenaikan FFR target saat ini masih rendah

"Imbal hasil UST 10 tahun yang stabil di level rendah 2,2 persen mengkonfirmasi harapan pengetatan yang telah turun. Malam nanti ditunggu indeks manufaktur AS yang diperkirakan turun," kata Rangga, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat 21 April 2017.

Sementara itu, BI RR rate tetap di 4,75 persen dan sentimen pilkada berangsur pudar. Rupiah masih diliputi sentimen pelemahan di saat mayoritas kurs lain di Asia menguat hingga Kamis kemarin. Respons terhadap hasil pilkada Jakarta cenderung negatif tetapi tidak berlebihan dan ke depan efeknya dipercaya akan memudar.

"BI RR rate yang tetap tidak terlalu diperhatikan tetapi BI yang kurang optimistis terhadap pertumbuhan, menambah sentimen negatif yang ada. Pelemahan rupiah akan bertahan dalam jangka pendek," pungkas Rangga.


(ABD)