Semen Indonesia Belum akan Berekspansi ke Luar Negeri

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 16 Mar 2018 16:01 WIB
semen indonesia
Semen Indonesia Belum akan Berekspansi ke Luar Negeri
Ilustrasi Semen Indonesia. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)

Yogyakarta: ‎PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) tidak akan berekspansi ke luar negeri pada tahun ini karena akan fokus mengembangkan bisnis dalam negeri. Pasalnya, saat ini di luar negeri juga sedang mengalami over supply semen.

"Kita ketat untuk pasar dalam negeri. Pasar utama kita itu di Indonesia, kita akan fokus ke sana. Luar negeri juga over supply (semen). Makanya, kita fokus dalam negeri," ungkap Corporate Secretary Semen Indonesia Agung Wiharto‎, saat 'Media Gathering Bersama Semen Indonesia' di Yogyakarta, Jumat, 16 Maret 2018.

Pada saat berekspansi bisnis ke luar negeri, perseroan harus membutuhkan dana segar. Sedangkan, perseroan kini sedang fokus melakukan efisiensi. ‎Ketika perseroan terus menerus fokus mengerek bisnis di dalam negeri‎, diakuinya perusahaan akan menjadi pemimpin utama di industri semen Indonesia.

"Kita masih akan fokus di sana. Tidak mau yang lain, agar menjadi leader (industri semen) di Indonesia," jelas dia.

‎Pada tahun ini perseroan optimistis bisa menguasai pangsa pasar (market share) semen hingga 40 persen. Angka itu akan dipertahankan dengan baik oleh perseroan, di tengah sengitnya penjualan semen di industri Tanah Air.

"Kami ingin mempertahankan market share 40 persen. Tahun ini, pasar kita masih kompetitif, cukup berat karena over supply," sebut ‎Agung.

‎Agung menyatakan, kapasitas terpasang semen di tahun ini mencapai 106 juta ton, dengan kebutuhan sebanyak 70-71 juta ton. Jumlah ‎kapasitas terpasang semen nasional bergerak flat, tidak terlalu banyak mengalami perubahan.

"Jadi ada over supply 30 juta ton, ekspor kita lima juta ton, masih 25 juta ton lagi‎. Sehingga di pasar (semen) masih sangat sengit persaingannnya," ungkap Agus.

Meski demikian, Agung meyakini perseroan sangat optimistis bisa memproduksi semen sebanyak 35 juta ton di tahun ini. Total produksi semen perseroan ‎tumbuh 12,9 persen dari posisi 31 juta di tahun 2017. Kapasitas itu mengalami peningkatan dari dua pabrik yang ada di Rembang maupun Indarung VI.

"Kita akan pasang kapasitas 35 juta ton di tahun ini. Ada bertambah empat juta ton, dari pabrik Rembang dan Indarung VI. Karena, kedua pabrik telah beroperasi," pungkas Agung.


(AHL)