IHSG Diyakini Menguat, Saham Ini Layak Dikoleksi

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 21 Dec 2018 09:03 WIB
ihsg
IHSG Diyakini Menguat, Saham Ini Layak Dikoleksi
Ilustrasi (Foto: Medcom.id/Desi Angriani)

Jakarta: Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat usai tertekan pada perdagangan kemarin. Sentimen seperti tetapnya suku bunga acuan dari Bank Indonesia di level enam persen dan sikap investor yang sudah mengantisipasi penaikan suku bunga acuan dari Federal Reserve memberikan efek positif terhadap gerak IHSG.

Namun demikian, Fund Manager Valbury Sekuritas Suryo Narpati mengatakan, faktor global masih menjadi bayang-bayang reli IHSG hari ini. Ia menilai gerak IHSG berada di rentang support 6.071-6.120 dan rentang resisten di 6.168-6.217.

"Faktor global yang diselimuti ketidakpasatian masih menjadi kendala terjadinya aksi window dressing tahun ini. Kendati demikian IHSG diperkirakan bergerak bervariasi dan berpeluang menguat hari ini," kata Suryo, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat, 21 Desember 2017.

Sementara itu, Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi menuturkan, pergerakan IHSG akan bergerak menguat terbatas dengan support resistance 6.133-6.210. Diharapkan sejumlah katalis positif bisa terus berdatangan untuk memperkuat gerak IHSG.

Beberapa saham yang direkomendasikan untuk hari ini adalah saham PT Astra Internasional Tbk (ASII), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk, dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI).

Di sisi lain,  indeks Dow Jones Industrial Average turun 464,06 poin atau 1,99 persen, menjadi berakhir di 22.859,60 poin. Sedangkan indeks S&P 500 berkurang 39,54 poin atau 1,58 persen, menjadi ditutup di 2.467,42 poin dan Nasdaq Composite berakhir 108,42 poin atau 1,63 persen lebih rendah, menjadi 6.528,41 poin.

Federal Reserve AS pada pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB) menaikkan suku bunga jangka pendek sebesar seperempat poin, tetapi mengisyaratkan laju kenaikan suku bunga yang lebih lambat pada tahun depan karena ekonomi AS diperkirakan akan mendingin.


(ABD)