Analis: Brexit Lemahkan Rupiah

   •    Kamis, 17 Jan 2019 15:38 WIB
kurs rupiah
Analis: Brexit Lemahkan Rupiah
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Jakarta: Analis pasar uang menilai pelemahan kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis pagi, menjadi Rp14.170 per USD dibandingkan sebelumnya Rp14.128 per USD akibat sentimen global.

"Rupiah kemungkinan melemah karena lebih banyak faktor global yang dominan seperti Brexit, perlambatan ekonomi Tiongkok," kata Analis Pasar Uang PT Bank Mandiri Tbk Rully Arya Wisnubroto kepada Antara, di Jakarta, Kamis, 17 Januari 2019.

Ia mengatakan faktor Brexit juga menjadi salah satu pemicunya. Ini terkait dengan kekalahan Theresa May pada voting di hadapan Parlemen Inggris yang menolak draf Brexit dengan perbedaan jumlah suara sebanyak 230 suara, ditambah lagi dengan tuntutan pimpinan partai oposisi yang menginginkan voting atas ketidakpercayaan terhadap kepemimpinan May.

Sementara itu, data ekspor Tiongkok turun paling banyak dalam dua tahun terakhir pada Desember 2018 lalu, sedangkan impor Tiongkok mengalami kontraksi.

Rully memperkirakan nilai tukar rupiah pada hari ini akan bergerak di kisaran Rp14.090 per USD hingga Rp14.170 per USD.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta juga mengungkapkan hal senada. Faktor Brexit memang memengaruhi pergerakan rupiah yang melemah pagi ini.

"Terkoreksinya rupiah lebih karena sentimen eksternal yaitu Brexit. Tapi walaupun terkoreksi, rupiah cenderung akan relatif stabil di kisaran Rp14.100 per USD," ujar Nafan.

Sementara dari domestik, Bank Indonesia diperkirakan akan tetap mempertahankan tingkat suku bunga acuan atau BI 7-Days Reverse Repo Rate di level enam persen, seiring dengan pernyataan bank sentral AS yang cenderung dovish.

Ia memprediksi rupiah hari ini akan berada di kisaran Rp14.060 per USD hingga Rp14.225 per USD.

 


(AHL)