Rupiah Perdagangan Pagi Dibuka Menguat ke Rp13.504/USD

Angga Bratadharma    •    Selasa, 10 Oct 2017 08:45 WIB
kurs rupiah
Rupiah Perdagangan Pagi Dibuka Menguat ke Rp13.504/USD
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Metrotvnews.com, Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Selasa pagi terlihat bergerak ke barisan hijau jika dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp13.518 per USD. Sejauh ini, sentimen positif seperti membaiknya cadangan devisa masih memberikan dorongan terhadap gerak nilai tukar rupiah.

Mengutip Bloomberg, Selasa 10 Oktober 2017, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka menguat ke Rp13.504 per USD. Day range nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp13.491 per USD hingga Rp13.506 per USD dengan year to date return di minus 0,33 persen. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.281 per USD.

Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 12,60 poin atau 0,06 persen menjadi 22.761,07. Sedangkan S&P 500 turun 4,60 poin atau 0,18 persen menjadi 2.544,73. Indeks Komposit Nasdaq turun 10,45 poin atau 0,16 persen menjadi 6.579,73.



Beberapa perusahaan besar yang dijadwalkan melaporkan hasil kuartalan minggu ini antara lain BlackRock, Citigroup, Bank of America dan Wells Fargo. Pendapatan kuartal ketiga diperkirakan meningkat 4,9 persen dari tahun ke tahun, menurut data dari Thomson Reuters.

Pendapatan kuartal III diperkirakan akan meningkat 4,3 persen dari kuartal III tahun lalu. Telah terjadi peningkatan optimisme atas perombakan pajak yang diajukan oleh Presiden Donald Trump. Meski tidak ditampik kebijakan tersebut perlu dirinci lebih lanjut.

Trump dan Partai Republik atas di Kongres berharap untuk memberlakukan paket pemotongan pajak untuk perusahaan, usaha kecil dan individu sebelum Januari mendatang, dengan mengatakan bahwa pajak yang lebih rendah akan mendorong pertumbuhan ekonomi, pekerjaan dan upah.

Pekan lalu, Dewan Perwakilan Rakyat AS mengeluarkan sebuah resolusi anggaran untuk tahun fiskal 2018, yang membuka jalan bagi undang-undang reformasi pajak. Dalam hal ini, ada keinginan agar perekonomian AS bisa terus membaik di masa mendatang.

 


(ABD)