Rupiah Dibuka Menguat Tipis di Rp13.135/USD

Angga Bratadharma    •    Rabu, 21 Sep 2016 09:07 WIB
kurs rupiah
Rupiah Dibuka Menguat Tipis di Rp13.135/USD
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Metrotvnews.com, Jakarta: Gerak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan pagi di hari ketiga di pekan ini terpantau menguat tipis dibandingkan dengan penutupan perdagangan sore di hari sebelumnya di Rp13.145 per USD. Secara perlahan, nilai tukar rupiah mulai bergerak menuju level Rp13.000 per USD.

Mengutip Bloomberg, Rabu 21 September, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.135 per USD. Day range nilai tukar rupiah di Rp13.131 per USD sampai Rp13.148 per USD dengan year to date return di minus 4,66 persen. Sementara itu, menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.127 per USD.

Sementara itu, menurut ‎K‎epala ‎Analis PT NH Korindo Securites Indonesia Reza Priyambada‎, gerak nilai tukar rupiah cenderung menguat pada perdagangan kemarin. Hal itu dipicu oleh munculnya rasa pesimisme pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga AS, sehingga menjadi faktor penguatan nilai tukar rupiah.


Sumber: Bloomberg

Sementara itu, masih kata Reza, dari sisi domestik, peningkatan yang terus terjadi terhadap penyerapan dana amnesti pajak turut berkontribusi terhadap penguatan nilai tukar rupiah‎. "Hari ini rupiah akan bergerak di kisaran Rp13.165 per USD dan Rp13.125 per USD," jelas Reza, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta.

Jelang pertemuan the Fed, tambah Reza, terlihat mata uang dunia cenderung bergerak variatif dengan kisaran tipis terhadap USD. Keadaan tersebut menggambarkan keadaan pelaku pasar yang cenderung wait and see hingga keputusan tersebut keluar.

Dalam hal ini, pelaku pasar memperkirakan the Fed belum akan menaikkan suku bunga Amerika Serikat (AS) di bulan ini seiring masih belum kuatnya data-data ekonomi AS. Termasuk nilai tukar rupiah yang berfluktuasi di kisaran sempit menjelang pertemuan FOMC.

"Dari dalam negeri, investor juga sedang menanti arah kebijakan Bank Indonesia (B). BI akan mengadakan Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 21-22 September 2016," pungkas Reza.


(ABD)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

1 month Ago

Republik Sentilan Sentilun malam ini bertema "Pascareshuffle Mau Apa?" menghadirkan A…

BERITA LAINNYA