Putusan Kartel Ayam akan Ganggu Saham & Bisnis Tiga Emiten

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 14 Oct 2016 12:37 WIB
kppu
Putusan Kartel Ayam akan Ganggu Saham & Bisnis Tiga Emiten
Ilustrasi. (FOTO: Antara/Andika Wahyu)

Metrotvnews.com, Jakarta: ‎Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menjatuhkan sanksi tegas terhadap 12 perusahaan yang melakukan kartel ayam‎, tiga di antaranya merupakan perusahaan terbuka (emiten).

Keputusan tersebut sangat berdampak besar bagi gerak saham dan rencana ekspansi perusahaan ke depannya, terutama untuk PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA). Karena kedua perusahaan tersebut dikenakan sanksi paling besar sebesar Rp25 miliar.

Mengutip YahooFinance, Jumat, 14 Oktober, saham Japfa sudah turun 50 poin ke posisi Rp1.685 per saham, dari posisi Rp1.735 per saham pada saat pembukaan perdagangan. Sedangkan saham Charoen Pok‎phand Indonesia turun 10 poin ke posisi Rp3.690 per saham, dari posisi pembukaan perdagangan Rp3.700 per saham. Sementara Malindo Feedmill sudah turun 30 poin ke level Rp1.510 per saham, dari posisi pembukaan perdagangan Rp1.540 per saham.

Baca: KPPU Tetapkan 12 Perusahaan Unggas Terbukti Kartel

‎Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada menyebutkan, keputusan KPPU sangat mempengaruhi bisnis 12 perusahaan yang sudah diberikan sanksi, khususnya tiga perusahaan yang sudah menjadi perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Sangat mempengaruhi pergerakan saham mereka. Sudah kelihatan kan, kalau adanya sentimen tersebut. Harga sahamnya turun," ungkap Reza kepada Metrotvnews.com, Jumat (14/10/2016).

Penurunan saham ini, jelas Reza, tidak bisa dipastikan sampai kapan akan kembali stabil. Namun demikian, perseroan harus mengantisipasi agar dampak negatif tidak terus menghantui kinerja bisnis saat ini maupun di waktu yang akan datang.

"Bisnis mungkin bisa saja tidak berpengaruh. Tapi ke rencana ekspansi bisnis mereka akan terpengaruh. Itu sudah pasti akan mempengaruhi kinerja bisnis nantinya," tegas Reza.

Reza mengungkapkan, dua perusahaan emiten tersebut harus membayar sanksi sebesar Rp25 miliar. Angka itu bahkan cukup banyak untuk menambah dana belanja modal atau capital expenditure (capex) keduanya untuk tahun depan.

"Kan lumayan Rp25 miliar buat menambah-nambah capex. Mungkin tahun depan, karena dibukukannya untuk tahun depan. Makanya paling tidak terkena dampak ke rencana ekspansi mereka, di samping harga saham yang sudah terpengaruh," pungkas Reza.


(AHL)